SEBANYAK 1.601 pebulu tangkis muda dari berbagai daerah di Indonesia berjuang mendapatkan tempat di PB Djarum melalui Audisi Umum 2026. Mereka datang dari berbagai penjuru Tanah Air, mulai Sumatera hingga Papua, untuk memburu Djarum Beasiswa Bulu Tangkis.
Audisi digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 9-13 September 2026. Para peserta bersaing di tiga kategori usia, yakni U-11, KU-11, dan KU-12 putra serta putri.
Kudus menjadi kota ketiga pelaksanaan Audisi Umum PB Djarum 2026 setelah Pekanbaru pada Juli dan Makassar pada Agustus. Jumlah peserta di Kudus juga meningkat dibandingkan dua kota sebelumnya.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, menyebut audisi menjadi bagian dari upaya menjaga regenerasi bulu tangkis Indonesia. Menurutnya, pencarian atlet sejak usia dini penting karena prestasi tidak bisa diraih secara instan.
"Bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, kami ingin terus mengambil peran dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui pembinaan atlet sejak usia dini," kata Yoppy dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
"Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas tekniknya apakah sudah baik seperti cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash," ujar Sigit.
Selain teknik, faktor postur dan mental juga menjadi perhatian tim pencari bakat. Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi mengatakan, pihaknya berusaha melihat potensi perkembangan atlet dalam beberapa tahun ke depan.
"Di lapangan, kami akan melihat bagaimana cara bermain mereka, strategi mereka dari kecil seperti apa. Itu kan jadi bahan pertimbangan kami juga," tutur Fung.
Koordinator Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Hendrawan, menyebut sektor putri masih membutuhkan penguatan dari sisi kuantitas maupun kualitas. Karena itu, pihaknya mencari atlet yang memiliki teknik, tenaga, serta semangat bertanding yang kuat.
Legenda PB Djarum, Kevin Sanjaya, juga turut menjadi bagian dari Tim Pencari Bakat pada audisi 2026. Dua kali juara All England itu mengingatkan peserta bahwa mentalitas dan motivasi menjadi modal penting untuk menjadi pebulu tangkis hebat.
Menurut Kevin, peserta harus mampu menyeimbangkan keinginan untuk menang dengan keberanian menghadapi kemungkinan kalah. Ia menilai antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulu tangkis Indonesia.
Semangat tersebut ditunjukkan Austin Christian, peserta asal Pekanbaru yang kembali mengikuti audisi setelah sebelumnya mencoba peruntungan di kota asalnya. Ia mengaku ingin terus berlatih dan pantang menyerah demi mewujudkan impian menjadi juara dunia.
"Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding karena saya ingin menjadi juara dunia," kata Austin.
Perjuangan serupa dilakukan Siti Athiyyah Salsabila yang datang dari Mimika, Papua Tengah. Bersama sang ayah, Hasan Samiun, ia bahkan tiba di Kudus dua pekan sebelum audisi untuk beradaptasi dengan kondisi dan mempersiapkan diri.
Siti kemudian berhasil melewati babak screening dan melanjutkan perjuangannya di kategori KU-11. Ia mengaku tidak gentar menghadapi lawan dari berbagai daerah dan ingin mengikuti jejak legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti.
Rangkaian audisi diawali fase screening pada 9-10 September 2026. Peserta akan menjalani pertandingan satu gim hingga 21 poin tanpa deuce, sementara perpindahan lapangan dilakukan ketika salah satu pemain mencapai 11 poin.
Seleksi kemudian berlanjut ke fase turnamen pada 11-13 September 2026. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket, sedangkan peserta putri wajib menembus final.
Selain melalui jalur kemenangan, Super Tiket juga dapat diberikan berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat. Tiket tersebut diperuntukkan bagi peserta yang dinilai memiliki potensi meski gagal mencapai semifinal atau final.
Perjuangan belum berakhir setelah mendapatkan Super Tiket. Para peserta terpilih akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum sebelum ditentukan sebagai atlet binaan.
(Wikanto Arungbudoyo)