Semangat tersebut ditunjukkan Austin Christian, peserta asal Pekanbaru yang kembali mengikuti audisi setelah sebelumnya mencoba peruntungan di kota asalnya. Ia mengaku ingin terus berlatih dan pantang menyerah demi mewujudkan impian menjadi juara dunia.
"Saya ingin masuk PB Djarum yang menjadi salah satu klub besar di Indonesia. Saya akan terus berlatih, pantang menyerah untuk terus mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding karena saya ingin menjadi juara dunia," kata Austin.
Perjuangan serupa dilakukan Siti Athiyyah Salsabila yang datang dari Mimika, Papua Tengah. Bersama sang ayah, Hasan Samiun, ia bahkan tiba di Kudus dua pekan sebelum audisi untuk beradaptasi dengan kondisi dan mempersiapkan diri.
Siti kemudian berhasil melewati babak screening dan melanjutkan perjuangannya di kategori KU-11. Ia mengaku tidak gentar menghadapi lawan dari berbagai daerah dan ingin mengikuti jejak legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti.
Rangkaian audisi diawali fase screening pada 9-10 September 2026. Peserta akan menjalani pertandingan satu gim hingga 21 poin tanpa deuce, sementara perpindahan lapangan dilakukan ketika salah satu pemain mencapai 11 poin.
Seleksi kemudian berlanjut ke fase turnamen pada 11-13 September 2026. Peserta putra harus mencapai semifinal untuk mendapatkan Super Tiket, sedangkan peserta putri wajib menembus final.
Selain melalui jalur kemenangan, Super Tiket juga dapat diberikan berdasarkan pilihan Tim Pencari Bakat. Tiket tersebut diperuntukkan bagi peserta yang dinilai memiliki potensi meski gagal mencapai semifinal atau final.
Perjuangan belum berakhir setelah mendapatkan Super Tiket. Para peserta terpilih akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum sebelum ditentukan sebagai atlet binaan.
(Wikanto Arungbudoyo)