PATRIN menegaskan tidak pernah menerima koordinasi resmi terkait penggalangan dana masyarakat untuk mengirim atlet tunarungu Indonesia ke kejuaraan internasional. Organisasi tersebut juga menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan terhadap langkah yang disebut dalam informasi tersebut.
Atas dasar itu, PATRIN menyayangkan adanya informasi mengenai pengiriman atlet yang mengatasnamakan Indonesia tanpa melalui koordinasi resmi. Koordinasi dengan PATRIN/IADA, NPC Indonesia, dan Kemenpora dinilai penting dalam setiap proses pengiriman kontingen.
“Kami akan segera mencoba berkomunikasi dan menelusuri mengapa atlet-atlet tersebut bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi kepada kami selaku PATRIN/IADA, kepada NPC, dan kepada Kemenpora. Ini harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional,” kata Agung.
PATRIN akan melakukan komunikasi serta koordinasi lanjutan dengan seluruh pihak terkait untuk memperoleh kejelasan mengenai persoalan tersebut. Langkah itu dilakukan agar pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia di ajang internasional dapat berlangsung secara transparan dan profesional.
PATRIN menegaskan kepentingan serta masa depan atlet menjadi perhatian utama dalam penyelesaian persoalan tersebut. Organisasi itu ingin memastikan setiap atlet mendapatkan kesempatan berkembang dan berprestasi melalui mekanisme pembinaan yang resmi serta terkoordinasi.