PEMBALAP Indonesia, Veda Ega Pratama dikabarkan tengah msauk radar tim Jerman. Isu itu bermula dari pindahnya rider asal Spanyol, David Almansa ke kubu pabrikan KTM di Moto3 2027 mendatang.
Kepindahan mengejutkan tersebut langsung meninggalkan lubang besar di dalam struktur kekuatan tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP. Sebagai figur sentral yang selama ini menjadi tulang punggung perolehan poin tim asal Jerman itu, kepergian Almansa menuntut pihak manajemen untuk segera mencari pengganti sepadan.
Situasi darurat ini memaksa manajer tim Intact GP, Peter Ottl, bergerak cepat di bursa transfer guna menemukan pembalap yang memiliki kecepatan serta mentalitas teruji. Di tengah ketatnya persaingan global, nama rider muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mendadak melonjak ke posisi teratas daftar incaran utama mereka.
Menurut laporan yang beredar di media social, Veda bakal menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh Almansa. Pihak manajemen bahkan meyakini potensi besar yang dimiliki Veda mampu melampaui pencapaian pendahulunya di lintasan balap.
"Kami melihat Veda memiliki kecepatan murni dan karakter petarung yang sangat dibutuhkan oleh tim untuk menjaga daya saing di level tertinggi," ujar sumber internal tim.
Demi mengamankan tanda tangan sang pembalap muda dari kejaran tim kompetitor lain, Intact GP dilaporkan tidak ragu menyodorkan tawaran kontrak fantastis. Angka senilai Rp28 miliar disiapkan khusus untuk mengikat Veda agar bisa membalap bersama skuad Jerman tersebut pada musim 2027 mendatang.