Bos Mercedes Ogah Salahkan Lewis Hamilton Usai George Russell Gagal Finish di F1 GP Belgia 2026

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 21 Juli 2026 00:03 WIB
Bos Mercedes Ogah Salahkan Lewis Hamilton Usai George Russell Gagal Finish di F1 GP Belgia 2026 (Instagram/@F1)
Share :

JAKARTA - Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff, enggan menyalahkan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, setelah George Russell gagal finish di F1 GP Belgia, Minggu (19/7/2026). Russell terpaksa mengakhiri balapan di Sirkuit Spa-Francorchamps akibat tabrakan dengan Lewis Hamilton. 

1. Akui Kesalahan

Sebelum akhir pekan, Wolff mengatakan Mercedes perlu memastikan  untuk mengubah kecepatan menjadi hasil. Hal ini setelah serangkaian masalah di kedua mobil yang membuat Ferrari kembali bersaing untuk memperebutkan gelar juara konstruktor.

"Ada dua situasi di sini," kata Wolff kepada Sky Sports F1, melansir Crash, Senin (20/7/2026).

Ia menyayangkan kecelakaan yang dialami Russell. Kecelakaan itu membuat tim Mercedes kehilangan poin di klasemen konstruktor. Begitu pula dengan Russell yang juga kehilangan poin. 

Tabrakan Lewis Hamilton dan George Russell di FI GP Belgia 2026 (Instagram/@F1)

“Pertama-tama adalah balapan, kecelakaan yang terjadi. Itu sangat disayangkan bagi kami, kami kehilangan banyak poin konstruktor dan George (kehilangan-red) poin pembalap," ucapnya. 

Ia mengakui adanya masalah dengan mesin Mercedes. 

"Kemudian kami mengalami masalah dengan semua mesin Mercedes, di mana kami kekurangan tenaga di lintasan lurus. Itu sangat merugikannya. 100% kesalahan ada pada kami,” tuturnya. 

“Dampaknya adalah dia memiliki lebih banyak energi yang tersedia di awal lap, dan kemudian lebih sedikit energi di akhir lap. Tetapi dalam hal optimasi, itu adalah defisit. Dan kami percaya bahwa defisitnya sekitar dua, dua setengah persepuluh detik dalam mode kualifikasi, jauh lebih sedikit daripada pada balapan panjang,” tuturnya. 

 

Meski begitu, ia menyebut ada hal positif dari kejadian tersebut. 

“Dengan George, selama akhir pekan, jelas ada sesuatu pada mesin yang telah kami identifikasi yang berarti dia memiliki lebih sedikit energi untuk digunakan di tikungan 18, itu adalah [masalah] yang paling terlihat," ucapnya.

“Untungnya kami menemukannya di sini, karena di Budapest, yang tidak kekurangan energi, akan lebih sulit untuk mengidentifikasinya. Tetapi itu tetap tidak membuatnya lebih baik, dan itu mungkin menyumbang setengah dari selisih, atau sedikit lebih, yang dia miliki dengan Kimi,” tuturnya. 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya