JAKARTA – Ajang Inisiasi Rally Raid Adventure (IRRA) edisi 2026 akan digelar menempuh jarak 550 KM dari Subang sampai dengan Majalengka di Jawa Barat. Untuk edisi kedua kali ini, panitia menargetkan 100 kendaraan baik mobil dan motor ikut serta.
IRRA mengusung konsep reli lintas alam, dengan memadukan balapan mobil 4x4 dan motor reli. Ajang itu terinspirasi dari Reli Dakar, tetapi dikemas dengan karakter medan tropis Indonesia.
Kompetisi tersebut berlangsung mulai 8-12 Desember. Kehadiran IRRA 2026 menyusul suksesnya edisi pertama yang awal ditargetkan 20 kendaraan tetapi yang mendaftar sampai dengan 70 peserta.
"Di tahun kedua ini target kami bisa mencapai 100 kendaraan, baik mobil maupun motor. Selain itu, kami juga mencoba untuk memperpanjang jarak dari Rally Raid ini," kata Wakil Ketua Pelaksana IRRA 2026, Julian Johan, dalam konferensi pers di Universitas Budi Luhur, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
"Memang tahun lalu kami sebagai permulaan hanya berjarak sekitar 200 kilometer, tapi yang tahun ini kami mencoba untuk memperpanjang jaraknya hingga 550 kilometer," tambahnya.
Jeje -sapaan akrabnya- mengatakan IRRA 2026 memang masih sebagai ajang club event. Namun, pihaknya akan berusaha ajang tersebut dapat mendapatkan lisensi nasional dan internasional.
"Jadi, untuk mendapatkan lisensi atau boleh dibilang status secara internasionalnya memang bertahap. Awalnya memang sebagai club event, nantinya kami bisa naik ke tingkat nasional, kemudian tingkat internasional,” papar Jeje.
“Dan memang itu semua butuh waktu karena tidak bisa dalam satu atau dua kali gelar kami langsung mendapatkan status internasional tersebut. Jadi hanya, bisa mencoba untuk memaksimalkan dari penyelenggaraannya," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Budi Luhur University, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., menyampaikan penyelenggaraan IRRA 2026 yang melibatkan lingkungan kampus memiliki nilai dan dampak yang sangat positif. Baginya, kegiatan seperti IRRA dapat menjadi ruang belajar yang dinamis, adaptif, dan dekat dengan kehidupan nyata.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas. Kampus juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal potensi diri, mengembangkan minat, dan membentuk karakter,” kata Agus.
“Dari hobi, seseorang dapat menemukan bakat. Dari bakat, seseorang dapat membangun prestasi yang lebih hidup, nyata, dan bermanfaat,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)