“Dan memang itu semua butuh waktu karena tidak bisa dalam satu atau dua kali gelar kami langsung mendapatkan status internasional tersebut. Jadi hanya, bisa mencoba untuk memaksimalkan dari penyelenggaraannya," tegasnya.
Sementara itu, Rektor Budi Luhur University, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc., menyampaikan penyelenggaraan IRRA 2026 yang melibatkan lingkungan kampus memiliki nilai dan dampak yang sangat positif. Baginya, kegiatan seperti IRRA dapat menjadi ruang belajar yang dinamis, adaptif, dan dekat dengan kehidupan nyata.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas. Kampus juga perlu membuka ruang bagi mahasiswa dan generasi muda untuk mengenal potensi diri, mengembangkan minat, dan membentuk karakter,” kata Agus.
“Dari hobi, seseorang dapat menemukan bakat. Dari bakat, seseorang dapat membangun prestasi yang lebih hidup, nyata, dan bermanfaat,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)