MANAJER Umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tetap kagum dengan Marc Marquez meski hanya finis ketujuh di MotoGP Belanda 2026. Baginya, kerja keras sang pembalap membuatnya jadi juara dunia berkali-kali.
Seri ke-10 MotoGP 2026 itu jadi musibah buat Ducati. Mereka gagal menempatkan satu pun pembalapnya di podium di mana finis terbaik diraih Fabio Di Giannantonio di urutan empat.
Sementara, Francesco Bagnaia gagal finis. Marquez mengakhiri balapan di urutan enam, tetapi terkena hukuman penalti mundur satu posisi gara-gara melanggar batas trek.
“Ducati diwakili dengan baik oleh Di Giannantonio yang liar dan Alex Marquez yang luar biasa, bukan hanya soal posisi saat finis, tetapi juga hati dan karakter yang mereka tunjukkan selama balapan,” puji Dall’Igna, dinukil dari Motosan, Jumat (2/7/2026).
“Pujian juga untuk Marc, dia hanya finis di posisi tujuh dalam balapan yang diperjuangkan dengan kebanggaan, di mana dirinya pada satu titik ada di posisi tiga,” lanjut pria asal Italia itu.
Kerja keras Marquez itu dinilai Dall’Igna sebagai pembeda seorang juara dengan yang lain. Keinginan kuat tersebut yang menjadikannya panutan di dalam dan luar lintasan.
“Tapi, apa yang ditunjukkan Marquez itulah yang membuatnya jadi seorang juara, laki-laki yang berjuang untuk setiap posisi, melawan semua rintangan, dan selalu memberi pertunjukan hebat,” puji Dall’Igna.
“Semuanya berjalan baik (bagi Aprilia) karena pada akhirnya, keunggulan mereka di klasemen tidak berubah, dan mereka berhak untuk itu, karena sportivitas mereka,” tutupnya.
Ducati kini menatap seri ke-11 MotoGP 2026. Balapan bertajuk MotoGP Jerman 2026 itu akan digelar di Sirkuit Sachsenring, Hohenstein-Ernstthal, 10-12 Juli.
(Wikanto Arungbudoyo)