"Saya percaya dengan kejadian seperti itu saya menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Ibarat ketapel, ditarik ke belakang untuk bisa melesat lebih jauh," sambung Alwi.
Alwi bercerita, tiga turnamen terakhir adalah momentumnya untuk bangkit. Pebulu tangkis berusia 21 tahun itu memang sudah membidik gelar dalam tiga turnamen tersebut.
Karena itu, Australia Open adalah gelar yang sangat berharga bagi Alwi. Meski demikian, jawara Indonesia Masters 2026 itu menegaskan tidak ingin cepat puas.
"Ini perjalanan yang cukup seru karena naik turun. Banyak orang yang tidak percaya, banyak juga yang tetap mengkritik meskipun saya sudah juara. Tapi tidak masalah. Yang paling tahu diri saya adalah saya sendiri, tim pelatih, dan orang-orang terdekat saya. Karena pada akhirnya orang hanya melihat hasil. Padahal persiapan saya sebelum tiga turnamen itu sangat keras," terang Alwi.
"Apa pun saya jalani, sampai badan dan mental benar-benar diuji. Alhamdulillah semuanya terbayar," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)