Bersinar di MotoGP Hungaria 2026, Marc Marquez Tak Sangka Masih Bisa Menang

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 08 Juni 2026 18:00 WIB
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Share :

BALATON – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, sukses melakukan aksi comeback gemilang dengan menyapu bersih akhir pekan di MotoGP Hungaria 2026. Setelah memenangkan sesi sprint, pembalap asal Spanyol ini melengkapinya dengan naik podium tertinggi pada balapan utama di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, pada Minggu 7 Juni 2026.

Kendati berhasil merayakan kemenangan balapan utama pertamanya di musim 2026, Marquez justru merasa emosional dan menyebut kemenangan ini terasa terlalu mahal jika berkaca pada perjuangan mental serta fisik yang harus dilewatinya akibat cedera bahu kanan yang parah.

1. Kemenangan Spesial

Ini merupakan kemenangan Grand Prix pertama bagi Marquez sejak terakhir kali merajainya di Misano tahun lalu. Sukses ini juga menjadi penanda bangkitnya sang pembalap pasca-cedera bahu kanan serius yang dideritanya di Indonesia, yang bahkan memaksanya kembali naik meja operasi akibat masalah saraf beberapa pekan lalu.

Bagi Marquez, kembali dihantam badai cedera saat dirinya sedang berada di puncak karier usai merengkuh gelar juara dunia 2025 adalah pukulan yang sangat berat.

“Maksud saya, tentu saja, ini adalah comeback lainnya. Comeback ini belum sepenuhnya selesai karena meskipun kami menang, ini adalah sirkuit kidal (didominasi tikungan kiri). Hanya ada tiga tikungan kanan dengan titik pengereman keras, jadi ini membantu saya untuk bernapas,” jelas Marquez, mengutip dari Crash, Senin (8/6/2026).

Marc Marquez di MotoGP Hungaria (Dok MotoGP)

"Namun memang benar hari ini kami melakukan comeback lagi, kami menang lagi, kami meraih 37 poin, dan ini adalah sesuatu yang saya rasa... mungkin kemenangan ini terlalu mahal, karena sejak (insiden) Indonesia saya telah banyak menderita," tambahnya.

Meski berhasil menang, Marquez mengaku performanya belum kembali ke level tertinggi yang ia inginkan. Kabar baiknya, Marquez merasa dirinya masih cepat dan berharap performa itu bisa terus bertahan di seri-seri ke depan.

 

2. Duel Sengit dengan Pedro Acosta

Kemenangan Marquez tidak didapatkan dengan mudah. Ia terlibat dalam pertempuran taktis dan fisik yang mendebarkan melawan Pedro Acosta.

“Bahu saya terasa kosong; ketika saya menyalip Acosta, saya menghabiskan banyak energi di sana. Itu adalah pertarungan yang bagus. Saya menekan selama dua lap, lalu saya membatin, 'Oke, sekarang, tinggal berapa lap lagi?' Dan ternyata masih ada 10 lap tersisa,” sambung Marquez.

Menanggapi gaya balap agresif rival mudanya tersebut, Marquez menilai duel mereka berjalan sangat ketat namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Marc Marquez vs Pedro Acosta. (Foto: Instagram/ducaticorse)

“Anda tahu, ketika seorang petarung bertemu dengan petarung lainnya, maka pertempuran itu akan tercipta. Kita tahu Pedro, dia sangat agresif, dengan titik-titik pengereman yang keras. Itu berada di batas kemampuan, kami sempat melakukan dua atau tiga kali kontak, tetapi selalu dengan ruang yang tepat,” lanjutnya.

"Pada perubahan arah seperti itu, sangat mudah jika Anda hanya ingin memotong jalur. Namun kami selalu memberikan ruang. Itu adalah pertarungan yang bagus selama dua lap. Saya pikir lebih baik hanya dua lap, karena jika lebih dari itu—saya atau dia—balapan tidak akan berakhir dengan cara yang baik!” pungkas Marquez.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya