KOMPETISI Proliga kerap kali tidak hanya menyuguhkan persaingan taktik yang sengit, tetapi juga menjadi panggung unjuk gigi bagi para talenta lokal dengan kualitas fisik yang mumpuni. Di tengah gempuran legiun asing yang mendominasi postur tubuh di atas 190 cm, Indonesia ternyata memiliki sederet pevoli putri lokal yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata.
Kehadiran para Menara lokal ini menjadi aset berharga, baik bagi klub mereka di Proliga maupun untuk masa depan Timnas Voli Putri Indonesia. Lantas siapa saja mereka?
Tak hanya menyabet gelar Most Valuable Playe (MVP) dan membawa Jakarta Pertamina Enduro merengkuh trofi juara Proliga 2026, Megawati juga menjadi pemain lokal tertinggi di kompetisi musim ini.
Dengan tinggi 185 cm dipadukan dengan vertical jump yang luar biasa, pemain yang memiliki julukan Megatron tersebut menjelma menjadi mesin pencetak poin yang sangat sulit dibendung oleh blok lawan. Tak ayal Megawati pun kini kembali bermain di Liga Voli Korea Selatan usai direkrut Hyundai Hillstate.
Senioritas dan kematangan Agustin Wulandhari kembali teruji di Proliga 2026. Pemain yang berposisi sebagai middle blocker ini memiliki tinggi badan 183 cm.
Postur menjulangnya ini dikombinasikan dengan pengalaman membaca arah bola, menjadikannya salah satu benteng pertahanan tengah terbaik yang membawa Jakarta Electric PLN melaju hingga babak final four.
Maradanti Namira, menjadi salah satu daun muda yang paling bersinar di Bandung BJB Tandamda pada ajang Proliga 2026. Pemain yang akrab disapa Rara ini memiliki tinggi badan mencapai 180 cm.