ADA yang unik dari pebulutangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Meski membela Negeri Singa di lapangan, hatinya justru memiliki ikatan yang dalam dengan Indonesia, negara yang ia sebut sebagai rumah kedua.
Loh Kean Yew lahir di Penang, Malaysia, pada 26 Juni 1997. Meskipun dikenal sebagai pemain bulutangkis Singapura, ia sejatinya lahir dan dibesarkan di Malaysia, sebelum akhirnya memutuskan pindah kewarganegaraan.
Kariernya berawal dari halaman rumahnya di Penang. Bersama kakaknya, Loh Kean Hean, ia sering bermain bulu tangkis di halaman rumah dengan pagar sebagai net.
Keduanya kemudian bergabung ke akademi, dan dimulai dengan menjuarai kompetisi internal saat berusia 10 tahun, Loh terus berkembang mengikuti kejuaraan daerah hingga antarnegara bagian.
Pada usia 13 tahun, Loh pindah ke Singapura setelah dianugerahi Beasiswa Olahraga Luar Negeri dari Asosiasi Bulu Tangkis Singapura. Ia kemudian menjalani wajib militer nasional dan resmi memperoleh kewarganegaraan Singapura pada 2015.
Perjalanan Loh menuju puncak dunia tidak bisa dilepaskan dari peran besar seorang pria asal Indonesia. Keberhasilan Loh Kean Yew menjadi juara dunia bulu tangkis tak lepas dari pelatih asal Indonesia, Mulyo Handoyo yang juga mantan pelatih Taufik Hidayat, sang guru legenda meraih medali emas Olimpiade Athena 2004.
Mulyo mulai menjadi pelatih nomor tunggal Singapura pada tahun 2018 setelah melihat potensi besar di negara tersebut.
Hasilnya luar biasa. Loh Kean Yew berhasil meraih gelar Kejuaraan Dunia BWF 2021 di Huelva, Spanyol, setelah mengalahkan wakil India Kidambi Srikanth dalam dua gim langsung 21-15, 22-20.