SPANYOL – Pembalap Tim Gresini Racing, Alex Marquez, angkat bicara mengenai awal musim yang menantang bersama motor spesifikasi pabrikan terbaru, Ducati GP26. Meski mengawali MotoGP 2026 dengan hasil yang belum memuaskan, adik dari Marc Marquez ini meyakini tunggangan barunya memiliki ruang pengembangan yang jauh lebih besar dibandingkan model tahun lalu.
Alex Marquez datang ke musim ini sebagai salah satu favorit juara setelah tampil impresif sebagai runner-up dunia pada MotoGP 2025. Namun, kenyataan di lintasan berkata lain.
Hingga tiga seri perdana, Alex masih tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara dengan hasil terbaik finis keenam di MotoGP Brasil 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, ia sukses menyapu bersih posisi kedua di setiap balapan dan sempat memimpin klasemen.
"Motor ini mungkin telah berubah sedikit, tidak terlalu banyak, tetapi ketika persaingan sangat ketat, Anda akan memberikan beban lebih besar pada motor," ujar Alex, melansir dari Crash, Senin (20/4/2026).
Alex mengakui secara karakter, Ducati GP24 yang ia gunakan musim lalu jauh lebih sesuai dengan gaya balapnya yang natural. Meski demikian, ia enggan menyerah pada tantangan yang diberikan oleh teknologi terbaru dari Borgo Panigale tersebut.
“Saya sedikit lebih kesulitan dengan motor ini, tetapi kami memiliki opsi yang lebih baik untuk berkembang. GP24 lebih cocok dengan gaya balap saya, tetapi GP26 masih bisa disesuaikan atau di-fine-tuned,” sambung Alex.
Bagi Alex, situasi saat ini belum masuk dalam kategori krisis. Ia menekankan pentingnya kesabaran dalam beradaptasi dengan mesin baru.
"Meskipun kita baru berada di balapan ketiga, tidak perlu panik. Kita harus menunggu hingga balapan kelima atau keenam untuk melihat gambaran sebenarnya," tambahnya.
Awal musim 2026 memang menjadi panggung bagi Aprilia yang tampil dominan lewat Marco Bezzecchi. Ducati pun tengah bekerja keras agar keunggulan pabrikan asal Noale tersebut tidak berlangsung lama.
Menjelang seri berikutnya di Sirkuit Jerez, Spanyol, Alex berharap momentum kebangkitan Ducati bisa segera dimulai. Namun, ia juga memperingatkan agar tidak memberikan tekanan berlebih pada satu seri balapan saja.
Menurut Alex, kegagalan di satu lintasan tidak serta merta mencerminkan performa sepanjang sisa musim. Alex sendiri mengaku telah melakukan banyak evaluasi mandiri selama jeda balapan ini.
"Anda berpindah dari motor yang ideal ke motor yang harus Anda adaptasi sedikit lebih banyak. Saya juga harus berkembang; selama jeda ini saya telah melakukan banyak otokritik terhadap diri sendiri," pungkas pembalap bernomor motor 73 tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)