Setelah menjalani berbagai operasi, Marquez kini harus membalap dengan filosofi yang berbeda. Ia menyadari bahwa lengan kanannya tidak akan pernah kembali seperti sedia kala.
Alih-alih meratapi penurunan tersebut, ia memilih untuk memaksimalkan potensi yang tersisa dari setiap sisi tubuhnya. Ia juga menepis anggapan bahwa kemenangan hanya diraih berkat bakat semata atau kegilaan di lintasan.
Menurut Marquez, pemenang sejati adalah mereka yang mampu mengelola kegilaan tersebut dengan kerja keras dan dukungan lingkungan yang tepat. Dukungan sang adik, Alex Marquez, menjadi pilar penting dalam fase sulit ini.
Bagi Marc, kebahagiaan melihat adiknya sukses seringkali terasa lebih besar daripada kemenangannya sendiri. Namun, di balik semangat yang masih membara, Marquez memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan mengenai masa depannya. Ia menyadari bahwa tubuhnya mungkin akan mencapai titik batas lebih cepat daripada mentalitasnya.
"Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi musim terakhir saya," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)