Kisah Ye Zhaoying, Rival Abadi Susy Susanti yang Namanya Dihapus dari Lembaran Sejarah China

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Jum'at 03 April 2026 17:08 WIB
Legenda bulu tangkis asal China, Ye Zhaoying. (Foto: Instagram/ye_zhaoying)
Share :

KISAH Ye Zhaoying, rival abadi Susy Susanti yang namanya dihapus dari lembaran sejarah China menarik untuk dibahas. Namun, di balik kegemilangannya di atas lapangan, perjalanan hidup legenda bulu tangkis China itu berakhir tragis di mata negaranya sendiri.

Ye Zhaoying yang dulu dipuja sebagai pahlawan, justru setelahnya dicap sebagai pengkhianat dan sosoknya seolah dilenyapkan dari catatan sejarah olahraga Negeri Tirai Bambu.

1. Rivalitas dengan Susy Susanti

Lahir pada 7 Mei 1974, Ye Zhaoying tumbuh dengan bakat yang sulit ditandingi. Teknik permainannya yang cepat dan kecerdasan taktik di lapangan membuatnya meroket menjadi tunggal putri nomor satu dunia pada masanya.

Bagi publik bulu tangkis Indonesia, Ye adalah musuh bebuyutan sekaligus sahabat bersaing bagi Susy Susanti. Catatan pertemuan keduanya menjadi bukti betapa alotnya persaingan mereka.

Dari total 34 kali bentrokan di turnamen internasional, Ye Zhaoying berhasil mencuri 11 kemenangan dari tangan Susy. Meski rekor pertemuan masih didominasi Susy, kehadiran Ye selalu menjadi ancaman nyata yang memaksa sang legenda Indonesia bekerja ekstra keras.

Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF

Namun, kejayaan itu mulai runtuh bukan karena performa di lapangan, melainkan karena sebuah pengakuan jujur yang dianggap tabu oleh rezim negaranya.

2. Skandal Pengaturan Skor

Titik balik kehidupan Ye terjadi saat ia mengungkap tabir gelap di balik Olimpiade Sydney 2000. Ye mengaku bahwa dirinya dipaksa mengalah oleh sistem demi memuluskan langkah rekan senegaranya, Gong Zhichao, di babak semifinal.

 

Pengakuan ini memicu kemarahan pemerintah China yang menganggapnya telah mencoreng citra bangsa dan melawan otoritas politik. Akibatnya, Ye tidak hanya dicap pengkhianat, tetapi namanya juga dihapus dari buku sejarah olahraga China.

Tekanan berat memaksa Ye Zhaoying meninggalkan tanah airnya dan mengasingkan diri ke Spanyol bersama suaminya, Hao Haidong, yang merupakan legenda sepak bola China. Kehidupan mereka berubah drastis; teman-teman lama di tim nasional memutus komunikasi dan menghapus kontak mereka di media sosial karena takut terseret masalah. Sang suami pun ikut masuk dalam daftar hitam pemerintah setempat.

ye zhaoying

"Pemerintah China menyebut kami pengkhianat, padahal kami tidak pernah mengatakan hal negatif tentang rakyat China. Kami hanya bersuara menentang rezim," tegas Hao Haidong.

Kini, meski namanya berusaha dihapus dari arsip resmi negaranya, dunia tetap mengenang Ye Zhaoying sebagai salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah ada.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya