LEGENDA hidup MotoGP, Max Biaggi, terkesan dengan performa Aprilia Racing di MotoGP Brasil 2026. Ia bahkan terkejut karena dua pembalap pabrikan Italia itu, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, finis posisi dua teratas dalam balapan tersebut.
Aprilia Racing membuat kejutan di awal MotoP 2026. Terbaru, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin merebut podium pertama dan kedua pada balapan MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil, Senin 23 Maret 2026 dini hari WIB.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin mengasapi pembalap motor Ducati. Fabio Di Giannantonio (VR46) finis posisi ketiga, sementara Marc Marquez (Ducati Lenovo) di urutan keempat. Aprilia Racing kembali unggul atas rivalnya setelah sebelumnya juga tampil dominan di MotoGP Thailand 2026. Saat itu, Marco Bezzecchi keluar sebagai juara MotoGP Thailand 2026.
Dominasi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin di MotoGP Brasil 2026 membuat Max Biaggi terkejut. Figur asal Italia itu memberikan pujian kepada Aprilia Racing. Namun, di sisi lain, ia mengingatkan ini masih awal kompetisi.
“Saya terkejut melihat Marco Bezzecchi dan Jorge Martín untuk pertama kalinya berada di dua posisi teratas klasemen, bukan pada performa motornya,”kata Max Biaggi, Okezone mengutip dari Motosan, Kamis (26/3/2026).
“Di Thailand hampir menjadi ‘hari Aprilia’, dengan empat motor di lima besar, dan di Brasil kejutan double Bezzecchi-Martín setelah Sprint bukan hal yang mudah. Tapi, ini baru dua seri, kita tunggu di Texas dan balapan Eropa. Jika konsisten, itu kabar baik bagi kami,” sambung mantan pembalap asal Italia ini.
Max Biaggi juga menyoroti persaingan dua pabrikan Italia antara Aprilia Racing dan Ducati. Kesuksesan Marco Bezzecchi di dua seri balapan awal dinilai membuat persaingan klasemen konstruktor semakin menarik.
“Ini bisa jadi pertama kalinya di kelas utama ada pertarungan antara dua pabrikan Italia, karena sebelumnya Ducati menang dengan mudah,” kata mantan rival Valentino Rossi.
“Sekarang ada pabrikan Italia lain yang benar-benar kompetitif, jadi persaingan semakin menarik, sementara pabrikan Jepang justru agak tidak terlihat, yang cukup aneh,” tutup Max Biaggi.
(Ramdani Bur)