MotoGP 2026 Bakal Berbeda jika Marc Marquez Gagal Menang di Amerika Serikat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 25 Maret 2026 16:48 WIB
Jalannya MotoGP 2026 bakal berbeda bila Marc Marquez gagal menang di GP Amerika Serikat akhir pekan ini (Foto: Ducati Corse)
Share :

PENGAMAT MotoGP, Carlo Pernat, menyebut seri ketiga di Sirkuit COTA, Austin, Texas, bisa jadi penentu jalannya musim ini. Bila Marc Marquez gagal menang di sana, maka kejuaraan bakal seru.

Marquez menjalani awal musim MotoGP 2026 dengan cukup kesulitan. Ia gagal finis di Thailand dan harus puas mengakhiri MotoGP Brasil 2026 di posisi empat.

Marc Marquez melaju di MotoGP Brasil 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

Hal itu kontras dengan pencapaian Marquez di MotoGP 2025. Ketika itu, ia sangat dominan dengan selalu merebut kemenangan di Sprint Race dan balapan utama pada dua seri awal.

Namun, Pernat meminta Aprilia dan Bezzecchi tak buru-buru merasa di atas angin. Ujian sesungguhnya baru datang akhir pekan ini di MotoGP Amerika Serikat 2026, 27-30 Maret.

“Ujian sesungguhnya ada di Austin di mana dia nyaris selalu menang. Jika dia tidak menang di sana dan Bezzecchi mengalahkannya, kawan, kita bisa mulai memikirkan kejuaraan dunia ini bakal berbeda,” tegas Pernat, mengutip dari Motosan, Rabu (25/3/2026).

 

2. Aprilia Setara Ducati

Start balapan MotoGP Brasil 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)

Marquez punya rekor bagus di Sirkuit COTA dengan tujuh kemenangan dalam kurun 2013-2019 dan 2021-2025. Namun, musim lalu The Baby Alien gagal jadi pemenang gara-gara jatuh saat memimpin balapan.

Peluang bagi siapapun untuk mengalahkan Marquez di COTA cukup terbuka lebar. Apalagi, Pernat melihat musim ini Aprilia bisa menyaingi Ducati, seperti terlihat pada MotoGP Brasil 2026.

“Aprilia saat ini setara dengan Ducati. Maksudnya setara adalah kinerja motornya, karena mereka melakukan sebuah lompatan ke depan yang signifikan dan jadi mudah dikendarai pembalap,” urai Pernat.

Situasi serupa sebetulnya pernah dihadapi Marquez pada 2017. Ketika itu, ia gagal menang dalam dua seri awal. Namun, ketika seri ketiga digelar di Amerika Serikat, pria asal Spanyol itu jadi pemenang dan di akhir musim sanggup jadi juara dunia.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya