Perubahan perspektif Verstappen juga sangat dipengaruhi oleh kehidupan pribadinya. Setelah menjadi ayah pada tahun 2025, pembalap berusia 28 tahun ini mulai mempertanyakan esensi dari kalender F1 yang sangat padat.
Bagi Verstappen, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman jauh lebih berharga daripada mengejar gelar juara kedelapan atau 10.
“Siapa yang peduli ketika Anda berusia 60 atau 70 tahun apakah Anda telah memenangkan empat gelar atau 10 gelar karena Anda semakin tua dan saya lebih memilih menghabiskan waktu itu bersama keluarga saya dan benar-benar menghabiskan waktu bersama mereka sebelum mereka juga tidak ada lagi, Anda tahu, dan itu adalah sesuatu yang seiring waktu dan kesadaran mulai saya lihat,” imbuhnya.
Verstappen menegaskan ia tidak ingin menghabiskan 25 tahun hidupnya hanya untuk berkeliling dunia demi mengejar trofi. Ia lebih memilih menikmati momen-momen sederhana, seperti bermain ski bersama orang-orang tersayang, daripada terus terjebak dalam ambisi yang tidak ada habisnya di lintasan balap.
(Rivan Nasri Rachman)