MADRID – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez menatap musim MotoGP 2026 dengan status sebagai favorit juara paling tangguh. Dominasinya sepanjang tahun 2025 bersama Ducati tidak hanya memberinya gelar juara dunia kelas utama ketujuh, tetapi juga menempatkannya sejajar dengan sang rival abadi, Valentino Rossi, dalam perolehan trofi juara di berbagai kelas, yakni total 9 gelar.
Keberhasilan Marquez meraih gelar juara pada usia 32 tahun, enam tahun setelah gelar terakhirnya pada 2019, menjadi bukti kebangkitan luar biasa pasca-cedera parah di tahun 2020. Kini, tepat satu dekade sejak konflik panas mereka di musim 2015, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut berada di ambang sejarah untuk melampaui statistik The Doctor –julukan Rossi.
Memasuki kalender balap 2026, beberapa pencapaian ikonik Rossi mulai masuk dalam jangkauan Marquez. Dalam kategori kemenangan di kelas utama, Rossi masih memimpin dengan 89 kemenangan, sementara Marquez membayangi di posisi kedua dengan 73 kemenangan.
Marquez membutuhkan 16 kemenangan dari 22 seri di MotoGP 2026 untuk menyamai rekor tersebut, atau 17 kemenangan untuk resmi menjadi pembalap tersukses di kelas premier.
Selain jumlah kemenangan, rekor usia juga menjadi pertaruhan. Jika mampu mempertahankan mahkota juaranya tahun ini, Marquez akan mematahkan rekor Rossi sebagai juara bertahan tertua di MotoGP.
Saat ini, Rossi memegang rekor tersebut setelah memenangi musim 2008 dan 2009 pada usia 29 dan 30 tahun. Marquez, yang sudah menjadi juara tertua pada usia 32 tahun, berpeluang memperpanjang rekor tersebut. Di sisi lain, rekor fastest lap juga sangat sengit, di mana Rossi hanya unggul tipis 76 banding 72 atas Marquez.