Kemudian, pria asal Prancis itu setuju dengan perkataan Marquez kecelakaan terjadi karena terlalu percaya diri. Sikap tersebut boleh saja dimiliki pembalap tetapi mereka harus ingat ada batasan yang tidak bisa dilewati.
“Dia terlalu percaya diri. Sebagai pembalap, Anda tahu di mana kekuatan dan kelemahan Anda. Marc tahu dia lebih kuat dari semua pembalap Ducati di tikungan-tikungan ke arah kiri,” urai Guintoli.
“Dia goyah. Di tikungan tujuh dia berhasil mengejar. Di tikungan delapan, berlebihan. Anda tidak bisa menutup jarak itu. Ya, dia lebih kuat tetapi ada batasan. Dia kehilangan daya cengkeram,” tandasnya.
Patut dinanti apakah Marquez bisa bangkit dari keterpurukan atau tidak. Seri keenam bertajuk MotoGP Prancis 2025 akan dihelat di Sirkuit Bugatti, Le Mans, 9-11 Mei.
(Wikanto Arungbudoyo)