Pria berpaspor Spanyol itu mengaku melambat gara-gara tekanan bannya turun. Ia harus bisa memanaskan karet hitam tersebut ke suhu optimal agar lolos dari hukuman.
"Saya melihat saya akan dihukum karena tekanan ban, saya hampir saja kalah,” kata Marquez, dikutip dari Motosan, Senin (3/3/2025).
“Karena saya hampir selalu memiliki margin 0,2 atau 0,3 per lap selama akhir pekan jadi saya memutuskan bermain aman, tetap di belakang dan berusaha ngebut pada tiga putaran terakhir ketika jumlah putaran minimal telah diselesaikan dengan tekanan yang tepat," jelas pembalap bernomor 93 itu.
"Bukannya saya main-main, tapi kecepatan ekstra yang memungkinkan saya untuk mengelola situasi itu," tandasnya.
Marquez memang pernah dihukum penalti 16 detik gara-gara tekanan ban yang kurang dari ketentuan pada MotoGP Belanda 2024. Ia tentu tidak ingin lagi mengalami nasib serupa sehingga terpaksa menggunakan taktik tersebut.
(Wikanto Arungbudoyo)