Berbicara soal pencapaian, hasil terbaik yang diraih Pramudya/Yeremia sejak Januari lalu adalah dua kali perempatfinal di Thailand Masters dan Spain Masters. Sisanya, mereka gugur di babak pertama atau kedua.
Melihat hal ini, Herry mencoba memaklumi. Menurutnya hal yang bisa membuat pasangan peringkat 21 dunia ini bangkit lagi adalah mereka harus sering turun di turnamen.
"Kalau menurut saya butuh waktu, butuh proses. Karena, khususnya buat Yere untuk menghilangkan trauma itu butuh waktu dan butuh adaptasi di pertandingan. Jadi enggak bisa hanya teori saja, bilang kamu harus gini-gini, tapi real-nya itu di lapangan ketika ngambil bola-bola yang sulit," sambung Herry.
"Dia masih ada rasa takut, traumanya itu ada. Nah rasa itu yang harus dihilangin dengan cara apa? Ya sebanyak mungkin pertandingan supaya menghadapi bola-bola sulit. Jadi cara ngilangin traumanya itu ya harus banyak pertandingan," imbuhnya.
"Itu solusi yang paling mendekati. Kalau hanya terapi, memang untuk penguatan, trus motivasi itu cukup juga. Tapi yang real-nya menurut saya harus lebih banyak pertandingan," katanya lagi.
Terdekat, Pramudya/Yeremia akan turun di SEA Games 2023 di Kamboja pada 8-16 Mei 2023 (khusus cabor bulu tangkis). Setelah itu, mereka dijadwalkan akan mengikuti sejumlah turnamen beruntun dengan salah satunya adalah tampil di Indonesia Open 2023.
(Rivan Nasri Rachman)