JAKARTA - Semenjak pulih dari cedera, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan masih kesulitan untuk mengeluarkan permainan terbaiknya. Menurut pemaparan kepala pelatin ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP) alasan utamanya hal itu dapat terjadi karena Yeremia ternyata masih trauma akan cedera parah terakhirnya.
Seperti yang diketahui, Yeremia bersama partner-nya, Pramudya Kusumawardana meraih hasil kurang baik saat tampil di tur Eropa beberapa waktu yang lalu. Permainan mereka tak sebaik seperti biasanya, terutama dari sisi Yeremia.
Jika dilihat dengan seksama masih terlihat ada keraguan dari pergerakan Yeremia yang membuat Pramudya juga masih sulit beradaptasi.
Hal ini pun diakui Herry bahwa pemain berusia 23 tahun itu masih memiliki rasa trauma. Terlebih, ia sempat absen kurang lebih enam bulan imbas cedera lutut kaki kirinya.
Namun begitu, pelatih berusia 60 tahun itu menilai Pramudya/Yeremia mengalami progres yang baik sejak Januari lalu. Bahkan ia juga merasa salut dengan perkembangan Yeremia dalam memulihkan rasa traumanya.
"Yere masih ada trauma, tapi Pram/Yere baru mulai bertanding itu dari Januari di Malaysia. Nah, perkembangan dari Malaysia sampai sekarang sudah jauh, progresnya cukup baik," ungkap Herry kepada MNC Portal Indonesia via telepon, Senin (24/4/2023).
"Tapi menurut saya masih butuh waktu lagi dan konsultasi juga sama dokter, bertahaplah enggak bisa langsung. Kan butuh waktu dan menurut saya sejauh ini Yere bisa main sampai sekarang juga udah luar biasa progres penyembuhannya," lanjutnya.