Advertisement
Advertisement

Ini Perbedaan Kecelakaan Lowside dan Highside di MotoGP

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |03:19 WIB
Ini Perbedaan Kecelakaan Lowside dan Highside di MotoGP
Ini Perbedaan Kecelakaan Lowside dan Highside di MotoGP (Ilustrasi/Dok MotoGP)
A
A
A

JAKARTA - Perbedaan kecelakaan lowside dan highside di MotoGP bakal diulas lebih lanjut dalam artikel.  

Balapan MotoGP dikenal dengan kecepatan tinggi dan risiko kecelakaan yang sulit dihindari. Salah satu insiden yang kerap terjadi adalah ketika pembalap kehilangan kendali di tikungan, yang dapat berujung pada dua jenis kecelakaan berbeda, yakni highside dan lowside.

Lantas, apa itu kecelakaan highside dan lowside di MotoGP? Keduanya memiliki penyebab dan dampak yang berbeda, mulai dari motor yang tergelincir hingga pembalap yang terlempar dari motornya. 

1. Apa itu kecelakaan lowside?

Lowside adalah kecelakaan yang terjadi ketika ban depan atau belakang motor kehilangan cengkeraman. Motor pun tergelincir dan pembalap terjatuh. Melansir dari laman resmi National Library of Medicine (PubMed), studi yang diterbitkan dalam American Journal of Emergency Medicine menemukan kecelakaan lowside lebih sering terjadi dibandingkan highside. Meski demikian, lowside memiliki risiko cedera yang lebih rendah.

MotoGP Mandalika (@marcobez72)
MotoGP Mandalika (@marcobez72)

Secara umum, lowside memang tergolong lebih ringan karena pembalap tidak terpental ke udara. Meski begitu, lowside tetap bisa menyebabkan cedera serius, terutama bila terjadi pada kecepatan tinggi atau pembalap membentur motor, area gravel, maupun pembatas lintasan.

2. Apa itu kecelakaan Highside?

Berbeda dari lowside, highside merupakan kecelakaan yang terjadi ketika ban belakang kehilangan traksi, lalu cengkeramannya tiba-tiba kembali dalam sekejap. Hentakan itu membuat motor seakan menendang balik dan melontarkan pembalap dari atasnya. Kecelakaan ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi berakibat fatal hingga merenggut nyawa pembalap.

Salah satu contohnya terjadi pada 2020 di Prancis. Melansir dari laman resmi MotoGP, Luca Marini yang kala itu memimpin klasemen Moto2 mengalami highside hebat di awal sesi latihan bebas kedua (FP2) di Sirkuit Le Mans. Kecelakaan di Tikungan 5 tersebut sempat membuat sesi dihentikan dengan bendera merah, dan Marini menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Insiden itu menghebohkan dan dijuluki sebagai “monster highside”.

3. Cara Mencegah Kecelakaan Highside dan Lowside dalam Balapan

Di lintasan yang menuntut presisi hingga hitungan detik, kecelakaan highside dan lowside sebenarnya dapat diminimalkan lewat kerja sama antara pembalap dan tim. Pembalap dituntut memanfaatkan pengalamannya untuk membaca karakter sirkuit dan menyesuaikan diri dengan kondisi balapan. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement