Advertisement
Advertisement

Mengapa Kaki Pembalap MotoGP Turun Sebelum Menikung? Ini Penyebabnya

Niken Wulandari , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |01:33 WIB
Mengapa Kaki Pembalap MotoGP Turun Sebelum Menikung? Ini Penyebabnya
Penyebab kaki pembalap MotoGP turun sebelum menikung akhirnya diketahui (Foto: Ducati Corse)
A
A
A

MENGAPA kaki pembalap MotoGP turun sebelum menikung? Ini penyebabnya. Gerakan ini dikenal sebagai leg dangle, yaitu menjulurkan kaki bagian dalam saat mengerem menjelang tikungan.

Teknik ini pertama kali banyak disorot pada MotoGP Spanyol 2005. Di tikungan terakhir lap penutup, Valentino Rossi menyalip Sete Gibernau dari jalur dalam sambil mengerem terlambat dan menurunkan kaki kirinya.

Gibernau melebar dan finis kedua, sementara Rossi memenangi balapan. Aksi itu dijuluki The Doctor’s dangle dan lambat laun ditiru para rivalnya, hingga kini lazim terlihat di MotoGP, Moto2, Moto3, dan WorldSBK.

Valentino Rossi MotoGP Doha 2021 (MotoGP)
Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

Lantas, apa sebenarnya alasan pembalap MotoGP melakukan gerakan ini? Dilansir dari laman resmi MotoGP berikut merupakan alasan mengapa kaki pembalap MotoGP turun sebelum menikung.

1. Penyebab Pembalap Menurunkan Kaki

Teknik ini umumnya dipakai saat pembalap mengerem dalam posisi tegak di lintasan yang relatif lurus, misalnya di ujung lintasan lurus utama. Pada tikungan pendek atau mengalir, seperti chicane, pembalap cenderung tidak memakainya karena waktu dan stabilitasnya terbatas. Ada beberapa teori yang menjelaskan alasannya dan berikut empat di antaranya.

Pertama, menghemat tenaga. Menahan kaki di footpeg dianggap lebih melelahkan daripada membiarkannya menjuntai. Perubahan posisi tubuh juga disebut bisa mengurangi sebagian beban di lengan akibat gaya pengereman yang besar.

Kedua, menjaga stabilitas. Kaki yang dijulurkan menggeser pusat gravitasi ke sisi dalam tikungan. Dengan begitu, motor tampaknya bisa tetap tegak lebih lama sehingga lebih banyak bagian ban menempel di lintasan. Hal ini meningkatkan daya pengereman sekaligus stabilitas.

Ketiga, menambah hambatan udara. Saat mengerem, kaki dan badan pembalap bekerja seperti parasut yang membantu memperlambat laju. Pembalap juga menggambarkan adanya efek “jangkar” karena kaki tertarik ke arah tanah oleh aliran udara.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement