KUALA LUMPUR – Pelatih kepala ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, memberikan tanggapan menohok kepada para kritikus terkait keputusannya melakukan eksperimen pembongkaran pasangan. Apalagi nyata eksperimen yang sempat menjadi perdebatan hangat, kini mulai membuahkan hasil manis di ajang internasional.
Keberhasilan pasangan peringkat 74 dunia, Aaron Tai/Yap Roy King, yang menjuarai Arctic Open Super 500 tiga pekan lalu, serta kemenangan pasangan peringkat 8 dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, di French Open Super 750 2026 menjadi bukti nyata efektivitas strategi sang pelatih.
Sebelum keberhasilan di Prancis, Kai Wun juga telah meraih gelar di ajang Korea Masters Super 300 pada Agustus lalu. Pencapaian tersebut menjadi dorongan awal bagi Herry untuk terus melanjutkan eksperimen perombakan pasangan.
Meskipun sempat dihujani kritik tajam dari berbagai pihak, juru taktik asal Indonesia tersebut menegaskan setiap keputusan yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan terbaik para atlet.
"Kami tidak pernah mengatakan memisahkan mereka secara permanen. Itu hanya sebuah eksperimen. Banyak orang yang mengatakan berbagai hal, tetapi sekarang kita mulai melihat hasilnya, dengan para pemain berhasil mencapai babak final," ujar Herry, dikutip dari New Straits Times, Rabu (28/10/2026).
Herry juga menegaskan bahwa posisinya sebagai pelatih memberi sudut pandang yang lebih utuh dibandingkan para pengamat di media sosial. Terkait pasangan utama Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Herry menilai permintaan mereka untuk kembali dipasangkan sangat masuk akal mengingat pencapaian mereka sebagai runner-up di Kejuaraan Dunia dan Denmark Open 2026.
"Sebagai pelatih, saya mungkin lebih tahu daripada para netizen di luar sana yang banyak bicara. Saya berada di sini setiap hari, dan tentu saja saya menginginkan yang terbaik untuk para pemain nasional," sambung Herry.