Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berapa Cc Motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Ini Penjelasannya

Muhammad Fadhil Mubarok , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |03:08 WIB
Berapa Cc Motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Ini Penjelasannya
Berapa cc motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? (Foto: Instagram/@veda_54)
A
A
A

BERAPA cc motor Moto3, Moto2, dan MotoGP? Bagi penggemar balap motor, MotoGP bukan lagi nama yang asing. Ajang ini digelar dalam beberapa seri sepanjang satu musim dan menempati kelas tertinggi di Kejuaraan Dunia Grand Prix, sekaligus menjadi puncak teknologi dan prestise balap motor prototipe.

Selain MotoGP, terdapat pula kategori Moto2 dan Moto3 yang dilombakan dalam satu rangkaian akhir pekan Grand Prix. Lantas, apa saja perbedaan di antara ketiganya?

Setiap kategori balapan memiliki karakteristik masing-masing. Ketentuan resmi terkait spesifikasi motor, kapasitas mesin, sistem elektronik, hingga durasi balapan ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) bersama Dorna Sports selaku promotor kejuaraan. Lalu, berapa perbedaan cc-nya?

1. MotoGP

Aksi Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2026. (Foto: MotoGP)

MotoGP menghadirkan persaingan para pembalap di atas motor prototipe berteknologi tinggi. Kejuaraan ini telah bergulir sejak 1949 dan mengalami perubahan besar pada 2002, ketika mesin empat tak 1.000 cc mulai menggantikan mesin dua tak 500 cc.

Pembalap yang mengoleksi poin terbanyak di akhir musim berhak menyandang gelar juara dunia pada tahun tersebut. Dari sisi spesifikasi, motor yang digunakan merupakan prototipe murni bermesin empat silinder berkapasitas 1.000 cc.

Kecepatan maksimum di kelas ini mampu menembus 366,1 km per jam, dengan batas kapasitas bahan bakar 22 liter dan jatah tujuh mesin dalam satu musim. Motor MotoGP juga dilengkapi berbagai teknologi canggih, mulai dari winglet aerodinamika, ride-height device, holeshot device, seamless gearbox, hingga rem karbon.

2. Moto2

Moto2 merupakan kelas menengah balap Grand Prix yang diperkenalkan pada 2010 untuk menggantikan kelas 250 cc. Kelas ini dirancang lebih hemat biaya, antara lain dengan membatasi elektronik dan melarang rem karbon-keramik.

Honda menjadi pemasok mesin tunggal sejak musim perdana lewat mesin CBR600RR 600 cc, hingga digantikan Triumph pada 2019 dengan mesin tiga silinder 765 cc. Spesifikasi terbaru ini mencatatkan kecepatan maksimum 301,8 km per jam.

Karena seluruh peserta memakai mesin yang sama, kemampuan pembalap dan pengembangan sasis menjadi penentu persaingan, sementara biaya rendah menarik banyak merek untuk ikut serta. Toni Elías tercatat sebagai juara dunia pertama Moto2 pada 2010, dan dalam satu dekade pertama hanya Johann Zarco yang berhasil mempertahankan gelar, menandakan ketatnya persaingan di kelas ini.

3. Moto3

Veda Ega Pratama tampil di Moto3 Jepang 2026 (Foto: Honda Racing)

Moto3 diperkenalkan pada 2012 sebagai pengganti kelas 125 cc dan menandai berakhirnya era mesin dua tak di Grand Prix. Berbeda dengan Moto2, kelas ini tidak memiliki pemasok mesin tunggal.

Mesinnya berjenis empat tak satu silinder berkapasitas maksimal 250 cc dengan bore 81 mm, putaran dibatasi 14.000 rpm, dan harga klaim maksimal 12.000 euro demi menekan biaya. Kecepatan maksimumnya tercatat 245 km per jam.

Sebagai jenjang pembinaan, kelas ini diisi pembalap belia. Mulai musim 2023, usia minimum di Moto3 dan Moto2 dinaikkan dari 16 menjadi 18 tahun, dan jumlah peserta Moto3 dibatasi 30 pembalap plus dua wild card. Honda dan grup KTM menjadi pabrikan utama di kelas ini.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement