Acosta jadi salah satu pembalap yang blak-blakan mengkritik format baru tersebut. Menurutnya, karier rider terancam semakin pendek karena padatnya pekan balapan di mana sekarang sudah ada 22 seri.
“Saya tidak tahu apakah itu hal terbaik dengan membuat Sprint Qualifying di hari Jumat dengan 22 pembalap di trek, Q1 dengan 22 orang lain lagi, Q2, Sprint Race, dan balapan utama,” keluh Acosta, dikutip dari Crash, Jumat (8/10/2026).
“Saya paham format baru ini (bagus) kalau kami hanya (punya) setengah jumlah Sprint Race. Tapi, masalahnya, kami sudah punya terlalu banyak balapan,” sembur pria berkebangsaan Spanyol tersebut.
“Kalau kamu cek ke semua pembalap, tidak ada yang tidak mengalami cedera di sepanjang musim. Karier profesional pembalap akan semakin pendek jika keadaannya terus begini,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.