PENANTIAN panjang tim bulu tangkis beregu putra Indonesia untuk kembali meraih medali emas Asian Games akhirnya selesai. Tim Merah-Putih mengalahkan China dengan skor 3-2 pada final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Kamis 24 September 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Indonesia selama 28 tahun untuk kembali meraih emas beregu putra sejak Asian Games Bangkok 1998. Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menjadi sosok yang memastikan kemenangan setelah tampil pada partai kelima.
Ia berhasil mengalahkan jagoan bulu tangkis China, Weng Hongyang, dalam dua gim langsung dengan skor 23-21, dan 21-13. Sebelum menjalani laga penentuan, Ubed mengaku sempat merasakan tekanan mental.
Dalam kondisi tersebut, ia memilih menghubungi orang tuanya untuk meminta doa dan dukungan sebelum turun ke lapangan. Keajaiban dari doa itu pun akhirnya datang.
"Perasaannya campur aduk, yang pasti senang karena dari awal saya sudah sempat tegang juga, sebelum main sempat telepon orang tua meminta doa," ungkap Ubed dilansir dari rilis resmi PBSI, Jumat (25/9/2026).
Selain doa dari orangtua, dukungan rekan-rekan setim juga membantu Ubed menghadapi tekanan pada partai terakhir. Ia berusaha menjaga fokus agar dapat memberikan hasil terbaik dan tidak mengecewakan tim yang telah mendukungnya.
"Support teman-teman dan tim di belakang sangat membantu untuk meredakan ketegangan. Saya terus berusaha, ingin memberikan yang terbaik dan tidak mau mengecewakan tim sama semua yang sudah mendukung," tutur Ubed.
Ubed kemudian menceritakan momen saat menghadapi Weng Hong Yang pada partai kelima dalam kondisi laga krusial. Ia berhasil mengatasi perlawanan wakil China tersebut melalui dua gim langsung.
Pada gim pertama, Ubed sempat mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan setelah tertinggal 0-4. Ia juga berada dalam posisi tertinggal 8-11 saat interval sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan.
"Di gim pertama setelah lawan game point duluan, pikiran saya berusaha lebih tenang. Alhamdulillah bisa membalikkan keadaan," puji Ubed atas momen krusial saat dia berhasil berbalik unggul 23-21.
Memasuki gim kedua, Ubed tampil lebih agresif dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Keunggulan 11-5 saat interval terus dipertahankan hingga ia menutup laga dengan kemenangan 21-13.
Kemenangan tersebut langsung memastikan emas beregu putra menjadi milik Indonesia. Ubed pun menjadi pemain terakhir yang menyelesaikan perjuangan Tim Merah-Putih dalam final yang berlangsung ketat tersebut.
Sebelum Ubed tampil sebagai penentu, Indonesia lebih dulu kehilangan dua poin pada partai awal. Jonatan Christie kalah dari Shi Yu Qi dengan skor 13-21, 18-21, kemudian Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri takluk dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 20-22, 21-19, 14-21.
Indonesia kemudian bangkit melalui Alwi Farhan yang mengalahkan Li Shi Feng dengan skor 23-21, 15-21, 21-16. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin selanjutnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menang atas He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21, 21-10.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.