LIFTER muda Indonesia, Luluk Diana Tri Wijayana, mengawali debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan prestasi membanggakan. Tampil di kelas 49 kg putri di Nagoya City Trade and Industry Center, Luluk meraih medali perunggu setelah membukukan total angkatan 191 kg.
Medali itu menjadi hasil dari perjuangan Luluk dalam persaingan ketat bersama para lifter terbaik Asia. Lifter berusia 21 tahun itu mencatatkan angkatan terbaik 88 kg pada snatch dan 103 kg pada clean and jerk.
Pada angkatan snatch, Luluk tampil konsisten dengan menyelesaikan tiga percobaan. Ia membuka dengan angkatan 83 kg, kemudian sukses mengangkat 86 kg pada kesempatan kedua. Pada percobaan ketiga, Luluk menaikkan beban menjadi 88 kg dan berhasil menuntaskannya.
Memasuki sesi clean and jerk, perjuangan Luluk berlangsung lebih menegangkan. Ia sempat gagal pada percobaan pertama dengan beban 103 kg. Namun, Luluk mampu menjaga ketenangan dan kembali mengangkat beban yang sama pada kesempatan kedua.
Berbekal catatan 103 kg, Luluk kemudian mencoba meningkatkan total angkatannya dengan mengambil beban 107 kg pada percobaan terakhir. Upaya tersebut belum berhasil, sehingga total angkatannya bertahan di angka 191 kg dan cukup untuk mengantarkannya ke podium ketiga.
“Untuk performa hari ini, alhamdulillah, cukup baik. Cuma memang masih perlu dikoreksi lagi untuk beberapa angkatan yang harus saya tingkatkan ke depannya. Ini merupakan persembahan yang bagus, tetapi tentunya ke depan saya harus bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Luluk.
Luluk juga mengakui persaingan menghadapi lifter-lifter kuat seperti Korea Utara dan India menjadi tantangan sekaligus motivasi baginya.
“Memang Korea dan India menjadi pesaing saya di nomor ini. Jadi, itu justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kemampuan dan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya,” katanya.
Pada Asian Games kali ini, Luluk berada dalam satu panggung dengan dua lifter berpengalaman yang akhirnya menempati dua posisi teratas. Ri Song Gum dari Korea Utara merebut medali emas dengan total 215 kg, hasil dari snatch 94 kg dan clean and jerk 121 kg. Kedua angkatan tersebut sekaligus menjadi catatan rekor dunia baru, demikian pula total 215 kg yang dibukukannya.

Sementara itu, Saikhom Mirabai Chanu dari India meraih medali perak dengan total 198 kg. Mirabai mencatatkan snatch 87 kg dan clean and jerk 111 kg. Ia menyelesaikan seluruh tiga percobaan snatch dengan 83, 85, dan 87 kg, kemudian berhasil mengangkat 107 dan 111 kg pada dua percobaan clean and jerk.
Bagi Luluk, perunggu di Nagoya menjadi pembuka penting dalam perjalanan kariernya di panggung multievent Asia. Setelah merasakan atmosfer persaingan Asian Games untuk pertama kalinya, ia bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus berkembang.
“Setelah ini saya akan terus berlatih dan mengikuti kompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan memberikan hasil yang lebih baik,” ujar Luluk.
Perunggu Luluk sekaligus menjadi medali pertama Tim Indonesia dari cabang olahraga angkat besi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Angkat besi masih akan melanjutkan perjuangan meraih medali di hari kedua di mana Ricko Saputra akan turun di kelas 60 kg dan Eko Yuli Irawan yang tampil di kelas 65kg putra pada, Kamis (24/9/2026).
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.