JAKARTA - Gelaran F1 GP Spanyol 2026 di Sirkuit Madring menuai kritik. Bahkan, balapan di sirkuit itu pada Minggu (13/9/2026) disebut sebagai bencana.
Salah satu kritik tajam datang dari Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente. Melalui platform X, Puente menyampaikan penilaian tajam terhadap lokasi balapan baru tersebut, melansir GP Blog, Rabu (16/9/2026).
Ia menyebut balapan itu sebagai "bencana total". Puente secara khusus menyoroti tata letak sirkuit yang menurutnya membuat aksi menyalip (overtaking) hampir mustahil dilakukan.
Diketahui, Sirkuit Madring baru pertama kali menggelar balapan F1 pada musim ini.
Puente mengibaratkan MADRING sebagai "Monako versi 2, namun lebih cepat". Pasalnya, balapan akhir pekan lalu seperti iring-iringan mobil dari awal hingga akhir.
Menurut Puente, perubahan posisi pembalap semata-mata didorong oleh strategi dan bukan karena aksi menyalip di lintasan. Hal ini menunjukkan ketidakpuasannya terhadap tontonan yang disuguhkan sirkuit baru tersebut.
Debut F1 di Madrid menuai banyak kritik dari penggemar maupun pembalap karena jalannya balapan yang membosankan. Balapan pada Minggu itu hanya mencatatkan empat aksi saling mendahului (overtake).
Pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, bahkan berseloroh bahwa ia "hampir tertidur" selama balapan berlangsung.
Pada F1 GP Spanyol 2026, pembalap Mercedes Kimi Antonelli menjadi juara. Max Verstappen berada di posisi kedua. Sementara pembalap McLaren Lando Norris melengkapi podium.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.