JAKARTA - Adik Valentino Rossi, Luca Marini, mengungkap peran sang kakak dalam kehidupannya. Ia mengaku kesuksesan Valentino Rossi menjadi inspirasi bagi dirinya tampil sebagai pembalap.
Luca Marini adalah adik tiri dari Valentino Rossi. Ia lahir dari ibu kandung Rossi yang bernama Stefania Palma, tapi berbeda ayah. Ayah Luca bernama Massimo Martini.
Marini tidak menjalani karier yang sama persis dengan Rossi. Namun, ia berhasil membangun karier MotoGP-nya sendiri dengan kemampuannya sendiri, melansir Crash, Jumat (11/9/2026).
Pembalap asal Italia ini telah dikenal sebagai salah satu sosok yang paling artikulatif dan cerdas dalam berbicara di MotoGP. Kemampuan komunikasi serta pendekatan analitisnya terhadap balapan menjadi aset berharga. Ia telah bersama HRC selama tiga tahun.
KTM pun berharap, sebagai pembalap Tech3 pada 2027, Marini akan mampu membantu memandu pengembangan motor 850cc mereka.
Bagi Marini, perjalanan di dunia balap motor bermula dari sang kakak. Ia mendapatkan "banyak motivasi" dengan berada di sisi Valentino Rossi selama tahun-tahun kejayaannya dalam meraih gelar juara pada era 2000-an.
"Saat saya masih kecil, saya sering mendampingi kakak saya ke berbagai tempat dan negara di dunia, merasakan serta menyaksikan langsung dari dekat segala kesuksesan yang ia raih saat itu," ujar Luca Marini kepada MotoGP.
"Kita semua tahu apa yang dilakukan dan dicapai Vale (Valentino Rossi-red) di lintasan, tetapi juga kerja keras di balik layar; hal itu memberikan banyak inspirasi dan perasaan positif bagi saya karena saya menikmati setiap momennya," tuturnya.
Menjadi saudara dari pembalap sekaliber itu bisa saja mendatangkan tekanan lebih besar. Namun, Luca Marini tidak sependapat.
"Saya tidak akan mengatakan ada tekanan lebih; setiap pembalap MotoGP menghadapi tekanan besar, karena sulit untuk bersaing di level ini," ujarnya.
"Mungkin saat saya pertama kali masuk ke kejuaraan dunia, banyak orang yang sedikit lebih sering mengganggu atau mengusik saya. Namun, saya sudah belajar menghadapinya sejak muda," tuturnya.
Sejak Marini mulai berkompetisi penuh waktu di kejuaraan dunia pada tahun 2016 di kelas Moto2, ia telah berkembang menjadi pembalap profesional. Namun, ia menekankan keluarga tetap menjadi aspek penting dalam kariernya.
"Memang sulit, terutama karena tekanan yang terus-menerus kita hadapi sepanjang tahun—terutama pada momen-momen tertentu selama musim balap—itu sangat berat," kata Marini.
“Ini adalah bagian tersulit—saat menghadapi masalah di sini, lalu pulang ke rumah dalam kondisi yang sangat berat dan hancur secara mental," ujarnya.
Ia mengatakan, setiap orang pasti mengalami pasang surut kehidupan, dan saat berada di titik terendah.
Luca Marini pun memuji peran istrinya saat dirinya terpuruk.
“Tidak mudah menghadapi saya saat saya sedang terpuruk, namun Marta [istri Marini] selalu melakukan hal yang luar biasa. Dia tahu betul kapan harus berbicara dengan saya—atau kapan sebaiknya tidak mengajak saya bicara," tuturnya.
“Kami sudah saling mengenal sejak lama, dan saya sangat beruntung memiliki keluarga seperti ini karena segalanya berjalan sesuai dengan impian masa kecil saya,” ucap Luca Marini.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.