JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) secara resmi telah memanggil 12 pemain untuk memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia yang dipersiapkan menghadapi ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di bawah arahan pelatih kepala Marco Sugiyama, skuad Garuda Pertiwi diisi oleh kombinasi pemain berbakat yang mayoritas didominasi oleh pilar-pilar muda asal Jawa Timur.
Komposisi pemain yang dipanggil mencakup lima posisi berbeda, mulai dari setter, opposite, middle blocker, outside hitter, hingga libero, guna membangun fondasi tim yang solid. Namun, persiapan menuju multievent bergengsi tingkat Asia ini harus dijalani tanpa kehadiran pevoli andalan Tanah Air, Megawati Hangestri Pertiwi.
Absennya Megawati tentu menjadi kehilangan besar bagi daya gedor lini serang Timnas Voli Putri Indonesia mengingat kontribusinya yang sangat krusial di pos opposite selama ini. Megawati memilih untuk absen demi memfokuskan pemulihan kondisi fisik serta mempersiapkan diri menyongsong kompetisi bersama klubnya di Korea Selatan, yakni Hyundai Hillstate.
Meski demikian, pihak PBVSI dengan tegas menyatakan sikap untuk menghormati keputusan pribadi sang bintang demi kebaikan karier dan kebugaran fisiknya. PBVSI pun memanfaatkan momentum ini untuk menyiapkan regenerasi pemain pelapis Megawati di masa mendatang.
"Kita tidak bisa mengingkari Mega masih yang terbaik di posisinya, namun kita hormati itu, sambil kita menyiapkan regenerasi pemain pelapis Mega di masa yang akan datang," ungkap Wakil Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, dikutip Senin (7/9/2026).
Sebagai langkah antisipasi, pelatih Marco Sugiyama mempercayakan posisi opposite kepada dua pemain muda berbakat, yakni Khanza Putri Yanzi dan Azzahra Dwi Febyane. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengemban tugas berat di lini serang bersama deretan outside hitter seperti Mediol Yoku dan Ersandrina Devega.