Puncak ketangguhannya terukir pada Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta ketika ia berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus di tengah kecemasan menanti persalinan istrinya. Ketenangan mental dan kemampuan adaptasinya yang cepat membuat ia selalu mampu menyatu dengan siapa saja pasangan bermainnya di lapangan.
Kunci konsistensi permainan Christian terletak pada kecerdasannya dalam memahami karakter partner serta kesediaannya untuk saling mengalah demi kepentingan tim. Sikap kepemimpinan ini ia terapkan saat berpasangan dengan banyak pemain lintas generasi, mulai dari Icuk Sugiarto, Ivana Lie, hingga Lius Pongoh.
Setelah resmi menutup lembaran karier internasionalnya melalui gelar juara di US Open 1988, ia memilih mengabdikan diri di klub PB Djarum. Di sana, ia aktif melatih dan mendirikan pusat pelatihan khusus ganda demi melahirkan bibit-bibit unggul baru bagi bulu tangkis Indonesia.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.