Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditempa Duel Lawan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Bikin Marc Marquez Susah Dikalahkan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |13:15 WIB
Ditempa Duel Lawan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Bikin Marc Marquez Susah Dikalahkan
Marc Marquez susah dikalahkan karena hasil tempaan beragam masalah dan lawan berat (Foto: MotoGP)
A
A
A

MANTAN pembalap MotoGP, Ruben Xaus, punya analisis menarik soal mengapa Marc Marquez susah dikalahkan. Menurutnya, selain berbakat, pria asal Spanyol itu memiliki mental luar biasa hasil tempaan duel melawan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Marquez tengah bangkit dalam lima seri terakhir MotoGP 2026. Padahal, ia sempat tercecer jauh gara-gara hasil buruk yang diraih di paruh awal musim ini.

Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez di MotoGP Malaysia 2015 (Foto: MotoGP)

Kebangkitan Marquez tersebut patut diacungi jempol. Belum lagi, pembalap tim Ducati Lenovo itu didera problem cedera dalam enam tahun terakhir di MotoGP.

1. Mental Pejuang

Menurut Xaus, hal itu membuktikan mental pejuang seorang Marquez. Tak hanya ditempa oleh persoalan fisik atau cedera, Marquez dulu juga harus menghadapi rider-rider seperti Rossi dan Lorenzo.

“Dia memiliki mental seorang pejuang dan sudah melalui banyak pertarungan: Rossi, (Dani) Pedrosa, Lorenzo, dan yang lainnya. Dia juga menderita peperangan dengan fisiknya,” kata Xaus, dikutip dari Motosan, Rabu (5/8/2026).

“Semua itu, dikombinasikan dengan pengalaman, membawanya ke level mentalitas yang berbeda. Hal lainnya, pembalap yang saat ini menantangnya, dulu adalah idola atau pendukungnya,” imbuh pria asal Spanyol tersebut.

 

2. Alex Marquez

Marc Marquez bersalaman dengan Alex Marquez usai MotoGP Italia 2025 (Foto: MotoGP)

Selain itu, Marquez juga punya sosok Alex Marquez yang tidak kalah penting. Sang adik disebutnya selalu mendorong dan membantu The Baby Alien untuk mengeluarkan versi terbaiknya.

“Itulah yang membuat Marc, di samping talenta luar biasanya, beruntung memiliki seorang adik (yang juga pembalap),” papar Xaus.

“Marquez punya adik yang selalu mendorong dan menolongnya menjadi pembalap terbaik. Karena mereka berlatih bersama, berkompetisi bersama di trek, dan juga menderita bersama-sama,” tutupnya.

Tidak heran bila dalam dua musim terakhir, Marquez menggila seperti di masa mudanya. Patut dinanti apakah performa ciamik ini akan membawanya ke gelar juara dunia yang kedelapan atau tidak.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement