Ia menambahkan, secara teknis persiapan Tim Basket Putri telah berjalan sesuai program pembinaan yang disusun Perbasi. Tim CdM akan memastikan seluruh aspek pendukung, mulai dari keberangkatan hingga kebutuhan selama di Jepang, dapat diselesaikan sebelum kontingen berangkat.

"Tugas kami adalah memastikan seluruh aspek nonteknis dapat terselesaikan sebelum keberangkatan. Dengan begitu, para atlet bisa tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia di Asian Games," jelasnya.
Manajer Tim Basket Putri Indonesia, Christopher, menjelaskan persiapan tim telah berlangsung sejak Mei 2026. Salah satu fokus utama saat ini adalah mempercepat proses regenerasi, menyusul banyaknya pemain senior yang telah pensiun setelah SEA Games.
"Target kami tetap berada di delapan besar seperti Asian Games sebelumnya. Tantangan terbesar kami adalah mempercepat adaptasi para pemain muda agar siap bersaing di level Asia," ujar Christopher.
Menurutnya, sekira 70 persen komposisi tim saat ini diisi pemain-pemain baru. Karena itu, Asian Games menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sebelum mereka menghadapi SEA Games 2027.
Christopher juga berharap dukungan dari tim Chef de Mission dalam membantu proses administrasi tiga pemain Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Ketiganya diharapkan dapat memperkuat Timnas Basket Putri di Asian Games, namun masih menghadapi kendala perizinan karena jadwal pertandingan bertepatan dengan awal tahun akademik di kampus masing-masing.
"Semoga bisa ada bantuan mungkin dari Konjen di Amerika sana bisa bantu bicara dengan kampusnya masing-masing. Supaya dikasih ijin untuk mereka bisa datang memperkuat kita di Asian Games. Karena jadwalnya ini sangat bentrok dengan awal mula masuk pelajaran mereka di kampus. Masalahnya itu yang utama," tutup Christopher.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.