JAKARTA - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, kini hanya terpaut 18 poin dari pemuncak klasemen sementara pemuncak klasemen yakni pembalap Aprili Racing, Jorge Matin. Gelar juara MotoGP 2026 pun masih terbuka lebar.
Manajer umum Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menggambarkan kemenangan ganda Marc Marquez di Sachsenring sebagai "karya agung lainnya" dari juara bertahan MotoGP tersebut.
Kemenangan MotoGP Jerman kesepuluh Marquez yang memecahkan rekor juga membawanya mendekati posisi puncak klasemen kejuaraan dunia dengan selisih 18 poin. Sebelumnya, Marc Marquez sempat tertinggal 102 poin hanya empat putaran.
“Akhir pekan lalu benar-benar sempurna, dengan karya agung lainnya yang dipersembahkan oleh Marc dalam performa terbaik: pole position, kemenangan Sprint ke-19, kemenangan GP dengan lap tercepat dan, terlebih lagi, memimpin dari awal hingga akhir pada hari Sabtu dan Minggu,” tulis Dall’Igna di LinkedIn, melansir Crash.
Dall’Igna, yang tidak hadir di acara tersebut tetapi terlihat dalam panggilan video reguler dengan tim Ducati, juga menyoroti bagaimana Marc Marquez mengendalikan balapan tanpa risiko yang tidak perlu.
“Ia memimpin dengan gaya balap yang bersih dan cepat, sekaligus mengendalikan motor tanpa pernah berlebihan, stabil dan solid seperti biasa: bakat seorang juara sejati yang tidak pernah berhenti menyempurnakan keahliannya, bahkan dengan gaya balap yang, sekilas, kurang spektakuler, tetapi dioptimalkan untuk melakukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan, tanpa mengambil risiko yang tidak perlu, dan dengan keanggunan yang luar biasa,” tuturnya.
Marquez mendapatkan 119 poin dari empat putaran terakhir dibandingkan 57 poin yang diraih dalam empat balapan pembuka musim ini.
“Saya memikirkan Marc yang tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah Mugello... Masa pasca operasi berjalan sangat baik: motornya kembali prima di lintasan dan senyumnya kembali di pit. Kami semua sangat gembira,” tulis Dall’Igna.