Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marco Bezzecchi Akui Terlalu Bernafsu Kejar Marc Marquez hingga Kecelakaan Hebat di MotoGP Belanda 2026

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2026 |00:49 WIB
Marco Bezzecchi Akui Terlalu Bernafsu Kejar Marc Marquez hingga Kecelakaan Hebat di MotoGP Belanda 2026
Marco Bezzecchi mengaku terlalu bernafsu hingga kehilangan kontrol atas motornya (Foto: Instagram/@marcobez72)
A
A
A

MARCO Bezzecchi akhirnya buka suara soal kecelakaan hebat yang menimpanya di MotoGP Belanda 2026. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku terlalu bernafsu mengejar Marc Marquez.

Balapan MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Assen, Minggu 28 Juni malam WIB, diwarnai kecelakaan hebat yang menimpa Bezzecchi. Ia jatuh dalam kecepatan tinggi!

1. Terburuk

Marco Bezzecchi memukul marshal di sesi sprint race MotoGP Republik Ceko 2026 Grand Prix

Bezzecchi bahkan terpental berkali-kali setelah meluncur di gravel. Beruntung, pria berpaspor Italia itu tidak mengalami cedera berarti kendati sempat diangkut ke rumah sakit di Groningen.

Salah satu murid Valentino Rossi itu mengakui kecelakaan di Assen adalah yang terparah sepanjang kariernya. Ia merasa beruntung tidak mengalami patah tulang dalam insiden tersebut.

“Saya cukup banyak mengalami kecelakaan hebat tetapi pekan lalu mungkin yang terburuk sepanjang karier saya. Beruntung, tidak ada tulang yang patah tetapi dampaknya cukup keras,” papar Bezzecchi, dinukil dari Motosan, Jumat (3/7/2026).

Lebih lanjut, pria berusia 27 tahun itu mengaku terlalu bernafsu mengejar Marquez untuk posisi empat. Akibatnya, ia kehilangan kontrol terhadap ban depan di kecepatan tinggi.

 

2. Dibawa ke Rumah Sakit

Marco Bezzecchi siap menggila di MotoGP Brasil 2026 marcobez72

Bezzecchi lalu menceritakan momen-momen horor yang terjadi. Sampai akhirnya, tim medis memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit di Groningen guna pengecekan lebih lanjut.

“Saya sedang mengejar Marc untuk posisi empat dan mendorong motor terlalu keras, (hingga) kehilangan kontrol ban depan di kecepatan 200 km/jam. Dari situ, saya tidak bisa mengontrol laju motor, dan berakhir di tembok,” kata Bezzecchi.

“Saya berdiam di pinggir lintasan dan berusaha mengambil napas, duduk bersama marshal yang membantu saya berdiri. Dari sana, saya bisa berjalan kaki sendiri ke ambulans, dan merasa bersyukur setelah kecelakaan semacam itu,” urai pria berambut kribo itu.

“Di pusat medis, hasil tes awal menunjukkan baik-baik saja. Tetapi, saya mengalami sakit yang teramat sangat di leher dan tim medis tidak ingin mengambil risiko, jadi mereka bawa saya ke rumah sakit di Groningen untuk tes yang lebih menyeluruh,” tutupnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement