JAKARTA – MotoGP Mandalika 2026 siap digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9-11 Oktober. Yang menarik, ajang ini akan full menggunakan marshal lokal Indonesia.
Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika dinilai tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia. Ajang itu juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah maupun nasional.

Direktur Utama PT InJourney, Maya Watono mengatakan, MotoGP telah memberikan dampak ekonomi berkelanjutan yang besar bagi kawasan Mandalika dan NTB. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, dampak ekonomi berkelanjutan dari ajang tersebut mencapai Rp4,9 triliun.
"Dampak MotoGP untuk kawasan Mandalika dan NTB keseluruhan, itu sangat luar biasa. Tadi kami bicara economic impact, sustainable economic impact of MotoGP itu Rp4,9 triliun. Luar biasa sekali. Dan juga penyerapan tenaga kerja lokal, lalu peningkatan elevasi SDM," kata Maya, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, salah satu dampak nyata MotoGP terlihat dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Ia mencontohkan, saat MotoGP pertama kali digelar di Mandalika pada 2022, sebagian besar petugas marshal masih didatangkan dari luar negeri, terutama Spanyol.
Namun kini seluruh marshal yang bertugas berasal dari masyarakat lokal. Bahkan, kemampuan mereka telah diakui hingga tingkat internasional.
"Per hari ini semua marshal itu adalah masyarakat lokal. Yang luar biasa lagi kami mulai mengekspor marshal-marshal ke Jepang, ke Malaysia,” tukas Maya.
“Jadi sebenarnya SDM kami ini sangat luar biasa dan sangat bisa kami elevate untuk tidak hanya di Indonesia, tapi untuk mengekspor ke internasional. Jadi potensinya sangat luar biasa," tandasnya.
Sementara itu, Menpora RI, Erick Thohir, menyoroti besarnya potensi sport tourism sebagai salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat di dunia. Menurutnya, nilai industri tersebut mencapai USD 625 miliar dan diproyeksikan terus meningkat hingga USD2,7 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
"Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, melahirkan talenta juga sudah terbukti. Insya Allah saya sebagai Menpora akan menjaga dan mendorong agar event ini terus dilaksanakan," lanjut Erick.

Senada dengan itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskan, MotoGP bukan sekadar ajang olahraga. Event itu turut menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, sektor-sektor yang selama ini mencatat pertumbuhan tinggi, seperti transportasi, akomodasi, serta makanan dan minuman, mendapat manfaat langsung dari penyelenggaraan event sport tourism seperti MotoGP. Ia berharap event ini semakin memperkuat kontribusi terhadap ekonomi.
"Event MotoGP ini kan tadi Pak Erick menyampaikan, enggak hanya sekedar event olahraga biasa. Justru ini adalah instrumen strategis kami untuk mendorong perekonomian," ungkap Susiwijono.
"Di tengah-tengah raungan mesin MotoGP mudah-mudahan itu juga bisa memanaskan mesin ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.