Sebelumnya, sejumlah nama besar telah menunjukkan sinyal perlawanan. Petenis nomor satu dunia putra, Jannik Sinner, dilaporkan menjadi salah satu pelopor gerakan ini.
Sinner bahkan langsung bungkam dan menolak menjawab saat ditanya mengenai peluang juaranya di Roland Garros pasca-mundurnya Carlos Alcaraz. Sikap yang lebih tegas ditunjukkan oleh petenis nomor satu dunia putri, Aryna Sabalenka.
Atlet asal Belarusia tersebut langsung menyudahi sesi konferensi persnya lebih awal pada hari Jumat, atau dua hari menjelang pembukaan French Open 2026.
"Saya konsisten dengan ucapan saya. Kami hanya ingin melakukan ini dengan cara yang penuh rasa hormat sejak awal," tegas Sabalenka.
"Kalian tahu betapa kami menghormati dan mengapresiasi kalian. Ini bukan keputusan kalian dan ini bukan tentang kalian (media). Kami hanya sedang mencoba berjuang untuk mendapatkan persentase pembagian yang adil,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.