Hendarsam menuturkan, kebijakan ini sudah sejalan dengan niat pemerintah untuk mempermudah penyelenggaraan event internasional di Indonesia. Apalagi, Indonesia juga kerap menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional.
“Kami mencoba menghidupkan tusi (tugas dan fungsi) kami di bidang fasilitator pembangunan. Nah, di dalam fasilitator pembangunan itu kan sangat luas. Salah satunya di bidang seni dan budaya, pertunjukan, dan juga di olahraga," lanjut Hendarsam.
Pria kelahiran Tanjung Karang, Lampung, itu berharap kebijakan ini juga berdampak positif bagi urusan keimigrasian di Indonesia. Selama ini, kata Hendarsam, kendala teknis sering jadi masalah besar yang membuat Indonesia buruk di mata dunia.
"Coba Anda bayangkan kalau nanti H-1 masih ada kontingen yang tidak bisa masuk segala macam, itu sangat jelek Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.