Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berapa Top Speed Pembalap Muda Veda Ega Pratama di Moto3 2026?

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 16 April 2026 |15:00 WIB
Berapa Top Speed Pembalap Muda Veda Ega Pratama di Moto3 2026?
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di Moto3 2026. (Foto: Instagram/veda_54)
A
A
A

PEMBALAP muda Indonesia, Veda Ega Pratama tengah menjadi sorotan berkat penampilan apiknya di Moto3 2026. Pencinta balap Tanah Air pun kini bertanya-tanya, kira-kira berapa kecepatan tertinggi atau top speed Veda saat menunggangi kuda besi tersebut.

Ya, pembalap asuhan Honda Team Asia ini terus mencuri perhatian dunia lewat performa teknis yang impresif, terutama dalam urusan adu kencang di lintasan. Pada seri ketiga yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, Veda membuktikan bahwa ia adalah salah satu pembalap tercepat di grid musim ini.

1. Rekor Kecepatan Tertinggi

Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung ketat, motor Honda tunggangan Veda mampu menembus kecepatan puncak 237,0 km/jam. Namun, angka tersebut bukanlah batas maksimalnya.

Pada sesi latihan bebas (FP2), pembalap asal Wonosari ini sempat menggegerkan sirkuit dengan menyentuh angka 241,3 km/jam. Catatan ini menjadikan Veda sebagai pembalap dengan Event Best Maximum Speed tertinggi dibandingkan seluruh kontestan lainnya di akhir pekan tersebut.

Tidak hanya unggul di lintasan lurus, Veda juga tercatat sebagai yang tercepat di Sektor 1 (T1) dengan waktu 37,056 detik, mengungguli rival kuatnya seperti Alvaro Carpe dan Casey O'Gorman. Berkat kegemilangan teknis ini, ia sukses mengamankan posisi start di baris kedua, tepatnya di urutan ke-4.

Veda Ega Pratama tampil di Moto3 (Foto: Honda Racing)
Veda Ega Pratama tampil di Moto3 (Foto: Honda Racing)

2. Nasib Sial di Balapan

Memasuki balapan utama sepanjang 14 putaran, Veda sebenarnya memiliki peluang besar untuk kembali naik podium setelah sebelumnya meraih posisi kelima di Thailand dan podium ketiga di Brasil. Sayangnya, nasib kurang beruntung menghampirinya.

Saat sedang berjuang sengit di barisan lima besar, Veda mengalami crash pada putaran kelima yang memaksanya gagal menyentuh garis finis (Did Not Finish). Meski pulang tanpa tambahan poin, data statistik tetap menempatkan Veda sebagai salah satu pembalap paling kompetitif di COTA.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement