AUSTIN – General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak segan-segan menyebut performa timnya di MotoGP Amerika Serikat 2026 sebagai sebuah lampu kuning atau peringatan serius. Pasalnya Ducati sama sekali gagal menempatkan satu pun pembalap di podium pada balapan utama yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu.
Hasil ini cukup mengejutkan mengingat Ducati sempat mencatatkan rekor impresif dengan selalu meraih podium dalam 88 seri beruntun sejak Aragon 2021 hingga Valencia 2025. Namun, dalam tiga seri pembuka musim 2026, pabrikan Borgo Panigale ini sudah dua kali absen dari mimbar juara.
Dall’Igna memberikan sorotan khusus kepada dua ujung tombak mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Marc Marquez harus puas finis di posisi kelima setelah akhir pekan yang berat, dimulai dari kecelakaan hebat di FP1 hingga hukuman long-lap penalty akibat insiden dengan Fabio di Giannantonio saat Sprint Race.
Menurut Dall’Igna, Marquez belum mampu tampil maksimal karena masalah pengaturan motor yang belum sinkron dengan gaya balapnya.
"Marc belum 100% karena kecelakaan hari Jumat. Feeling terhadap motor masih belum pasti, membutuhkan penyesuaian set-up yang tidak memungkinkannya menjadi Marc Marquez yang kita kenal selama ini," tulis Dall’Igna dikutip dari Crash, Rabu (1/4/2026).
Di sisi lain, Francesco Bagnaia yang sempat memimpin jalannya Sprint Race justru mengalami penurunan performa drastis pada balapan utama. Sempat tampil agresif di paruh pertama, juara bertahan tersebut perlahan melorot hingga harus finis di posisi ke-10.
Sementara itu, Fabio di Giannantonio menjadi penyelamat muka Ducati dengan finis di posisi keempat.