KISAH pebulu tangkis Huang Yaqiong, sang mantan ratu bulu tangkis ganda campuran dunia memiliki banyak cerita yang menarik untuk dibahas. Salah satunya mengenai awal mula Huang yang sempat kesulitan di masa-masa asrama hingga menduduki puncak podium dunia.
Ya, di balik paras cantiknya dan deretan medali emas yang berkilau, atlet kelahiran 28 Februari 1994 ini pernah melewati masa kecil yang penuh air mata akibat rasa rindu rumah yang mendalam.
Langkah awal Huang Yaqiong menuju dunia profesional tidaklah mulus. Saat masih belia dan bergabung dengan asrama tim provinsi Zhejiang, ia harus berhadapan dengan musuh terbesar dalam dirinya: kesepian.
Berjauhan dengan orangtua membuat Yaqiong kecil merasa tertekan dan tidak bahagia. Setiap momen menelepon keluarga menjadi waktu yang paling ia nantikan sekaligus yang paling emosional.
Dalam isak tangisnya, Huang sempat mengutarakan niat untuk menyerah dan berhenti berlatih. Rasa lelah ditambah rentetan kekalahan di turnamen junior hampir saja membuat dunia kehilangan salah satu bakat terbaiknya.
"Untungnya, dukungan keluarga disertai tekad yang kuat tak membuatnya menyerah. Yaqiong berlatih dan berjuang dengan gigih hingga berhasil melalui masa-masa sulit tersebut,” jelas Huang.
Kegigihan Yaqiong akhirnya membuahkan hasil saat ia dipasangkan dengan Zheng Siwei. Pasangan ini bertransformasi menjadi "monster" yang ditakuti di sektor ganda campuran.