NAMA Sabina Altynbekova kembali menjadi pusat pembicaraan, namun kali ini bukan karena pesona fisiknya yang menyerupai karakter anime. Bintang voli asal Kazakhstan ini tengah menunjukkan taringnya di luar lapangan.
Sabina melayangkan protes keras terhadap sejumlah media lokal di Kazakhstan, yang dianggapnya telah mengeksploitasi status personalnya melalui judul-judul clickbait yang menyudutkan. Atlet yang mulai meledak namanya sejak Kejuaraan Asia Junior di Taiwan ini merasa keberatan dengan penyematan label "Janda" atau "Cerai" dalam pemberitaan mengenai dirinya.
Baginya, penggunaan diksi tersebut merupakan upaya mempermalukan martabatnya sebagai perempuan dan profesional. Melalui media sosialnya, Sabina menegaskan bahwa status pernikahan bukanlah penentu nilai diri seorang manusia.
Sabina tidak main-main dalam menghadapi serangan privasi ini. Ia menuntut permintaan maaf resmi dan penghapusan materi yang dianggap merendahkan kehormatannya.
Jika tuntutan tersebut diabaikan, pevoli dengan tinggi 180 cm ini siap menempuh jalur hukum demi menjaga hak privasi yang dijamin oleh undang-undang Kazakhstan.
“Menarik melihat bagaimana satu kata coba dijadikan sebuah label. 'Bercerai'. Bukan sebagai atlet, bukan sebagai wanita, bukan sebagai manusia. Perceraian hanyalah sebuah fase hidup,” tulis Sabina dengan nada tegas di media sosial pribadinya, dikutip Kamis (26/3/2026).
Sabina menambahkan bahwa perempuan di Kazakhstan memiliki hak untuk memilih jalan hidup mereka tanpa harus menghadapi tekanan, penghinaan, atau label sosial yang mendiskriminasi.