Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keputusan Kontroversial Gagalkan Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Bos Ducati Masih Emosi

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |07:46 WIB
Keputusan Kontroversial Gagalkan Kemenangan Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Bos Ducati Masih Emosi
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
A
A
A

BURIRAM – Bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah akhir pekan pembuka MotoGP 2026 di Thailand berakhir pahit bagi Marc Marquez. Sang manajer menyebut Marquez sangat tidak beruntung setelah kemenangan di depan mata pada sesi Sprint Race harus sirna akibat penalti yang dianggapnya dipertanyakan.

Setelah mendominasi musim lalu dengan kemenangan ganda di Buriram, Ducati memulai kampanye 2026 dengan situasi yang jauh lebih pelik. Marc Marquez, yang sempat terkendala masalah kesehatan dan tiga kali terjatuh saat tes pramusim, sebenarnya mampu menunjukkan kelasnya dengan menempel ketat Marco Bezzecchi (Aprilia) di kualifikasi, hanya terpaut tipis 0,035 detik.

1. Drama Penalti Lap Terakhir

Kemenangan di Sprint Race sejatinya sudah berada dalam genggaman Marquez setelah Bezzecchi terjatuh dari posisi terdepan. Namun, persaingan sengit terjadi dengan Pedro Acosta.

Marquez melakukan manuver tegas di lap terakhir yang membuat pembalap KTM tersebut melebar. FIM Stewards secara mengejutkan menjatuhkan hukuman drop one place hanya 30 detik sebelum balapan berakhir.

Marquez mengaku baru melihat pesan penalti tersebut di tikungan terakhir, di mana ia terpaksa menepi dan membiarkan Acosta menyalip untuk mengambil posisi pertama. Nasib buruk berlanjut pada balapan utama hari Minggu 1 Maret 2026, saat tengah mengejar Raul Fernandez untuk podium terakhir, Marquez mengalami kerusakan pada pelek roda yang memaksanya gagal finis.

Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

"Marc benar-benar tidak beruntung. Pertama di Sprint, di mana keputusan dipertanyakan dari Stewards merampas kemenangannya, lalu di balapan utama di mana podium sudah di depan mata sebelum ia terpaksa mundur," tulis Dall’Igna melalui akun LinkedIn resminya, dikutip dari Crash, Minggu (8/3/2026).

2. Runtuhnya Rekor 88 Podium Beruntun Ducati

Hasil di Thailand ini menjadi pukulan telak bagi statistik mentereng pabrikan Borgo Panigale. Untuk pertama kalinya setelah 88 Grand Prix (GP) berturut-turut, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang berdiri di atas podium. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam 102 balapan, merek asal Italia ini absen dari jajaran lima besar.

 

Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, juga mengalami akhir pekan yang sulit. Memulai balapan dari posisi ke-13 setelah gagal menembus Kualifikasi 2 (Q2), Bagnaia hanya mampu finis di posisi kesembilan pada sesi Sprint maupun balapan utama.

Marc Marquez vs Pedro Acosta di MotoGP Thailand 2026 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)
Marc Marquez vs Pedro Acosta di MotoGP Thailand 2026 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)

Dall’Igna menegaskan bahwa timnya harus segera bereaksi untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing yang kini tampil lebih kompetitif.

"Statistik menunjukkan kami kehilangan podium setelah 88 balapan beruntun. Kami harus menutup celah ini dengan cepat, namun tanpa rasa panik. Ini adalah siklus alami; penurunan performa bisa terjadi setelah periode kesuksesan yang panjang. Fokus kami sekarang adalah menganalisis data untuk balapan-balapan mendatang," tutup Dall’Igna.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement