
Lebih lanjut, Marquez menuturkan, jadi juara dunia tidak cukup hanya kencang dan bertalenta. Untuk mencapai status bergengsi itu, pembalap harus bisa mengatasi situasi-situasi berbeda dalam satu musim.
“Ini bukan hanya sekadar membalap dengan cepat. Ini soal mengatasi situasi-situasi yang menghampiri Anda dalam 22 balapan di satu musim. Itulah bedanya seorang juara dunia dan pembalap yang sekadar cepat,” urai Marquez.
“Di tes, semua orang (melaju) kencang. Lalu, di akhir pekan balapan, semuanya jadi lebih sulit,” tandas pria berusia 33 tahun tersebut.
Saat ini, Marquez dan kolega tengah menjalani jeda cukup panjang. Sebab, seri kedua yang bertajuk MotoGP Brasil 2026 itu dihelat di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiana, Brasil, pada 21-23 Maret.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.