Bagi Shiffrin, kegagalan di lintasan es bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bagian dari perjalanan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Ia menekankan Olimpiade menuntut keberanian untuk tampil rentan di hadapan penghakiman dunia yang sering kali tidak memahami betapa beratnya tuntutan olahraga profesional.
"Kita merasakan kepedihan kekalahan karena kita pernah merasakan kemenangan. Patah hati dan kemenangan hidup berdampingan," tulis Shiffrin dalam pesan dukungannya untuk Malinin, dikutip dari Fresnobee, Selasa (17/2/2026).
Meski target emas di Giant Slalom meleset, Shiffrin tetap menunjukkan mentalitas baja yang telah membawanya meraih lebih dari 100 kemenangan sepanjang karier. Ia membuktikan bahwa meski di tengah kegagalan, seorang ratu tetaplah ratu melalui sikap dan solidaritasnya.
(Rivan Nasri Rachman)