Bagi pembalap asal Belanda ini, intrik yang dilakukan Mercedes hanyalah strategi pengalihan isu yang lumrah terjadi dalam 10 tahun terakhir tes musim dingin. Verstappen menekankan dalam regulasi baru yang sangat kompleks ini, performa di hari-hari awal tes tidak bisa dijadikan jaminan siapa yang akan menjadi juara dunia.
Alih-alih pusing dengan permainan politik lawan, Verstappen memilih tetap fokus pada pengembangan internal timnya. Ia mengaku tidak terganggu dengan mind games yang dimainkan tim rival.
Jika mobil F1 miliknya sedang tidak nyaman dikendarai, ia justru memilih menyibukkan diri dengan hal lain, seperti mengoptimalkan mobil GT3-nya, daripada memikirkan manuver politik di paddock. Menariknya, tak lama setelah Verstappen melontarkan komentar ini, George Russell justru mencatatkan waktu tercepat pada sesi Jumat pagi.
(Rivan Nasri Rachman)