Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Persahabatan Greysia Polii dan Chang Ye-na, saat Empati Meruntuhkan Tembok Rivalitas

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |21:33 WIB
Kisah Persahabatan Greysia Polii dan Chang Ye-na, saat Empati Meruntuhkan Tembok Rivalitas
Greysia Polii memiliki hubungan dekat dengan mantan pemain ganda putri Korea Selatan, Chang Ye-na. (Foto: Instagram/yena1213)
A
A
A

DALAM pertandingan bulu tangkis, mereka adalah musuh bebuyutan yang saling beradu strategi demi harga diri bangsa. Namun, di balik sengitnya persaingan sektor ganda putri dunia, terselip sebuah kisah persahabatan luar biasa antara legenda Indonesia, Greysia Polii, dan bintang Korea Selatan, Chang Ye-na.

Hubungan keduanya menjadi bukti nyata bahwa sportivitas sejati melampaui sekadar menang atau kalah. Meskipun kini keduanya telah sama-sama menikmati masa pensiun, memori tentang bagaimana hubungan mereka bermula tetap menjadi cerita hangat di kalangan pencinta bulu tangkis.

Siapa sangka, benih kedekatan mereka justru tumbuh di tengah salah satu momen paling menyakitkan dalam karier Chang Ye-na.

1. Keajaiban Doa di Tengah Pupusnya Harapan Olimpiade

Titik balik hubungan mereka terjadi pada ajang Badminton Asia Championships 2016. Saat itu, nasib Chang Ye-na dan pasangannya, Lee So-hee, untuk melaju ke Olimpiade Rio 2016 bergantung pada hasil pertandingan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan wakil Jepang.

Sayangnya, Greysia/Nitya kalah, yang secara matematis menutup peluang Chang Ye-na menuju Brasil. Di saat Chang Ye-na merasa hancur, sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Pesan itu datang dari Greysia Polii. Bukan sekadar basa-basi, Greysia mengirimkan rasa empati yang mendalam.

Greysia Polii. Chang Ye-na. ig/yena1213
Greysia Polii. Chang Ye-na. ig/yena1213

"I’m so sorry for you. Tapi semua ini belum berakhir... Mari kita berdoa bersama, saya akan berdoa untukmu," tulis Greysia kala itu.

Chang Ye-na mengaku sangat terkejut sekaligus tersentuh. Ia merasa bingung mengapa seorang rival yang tidak satu negara bisa begitu peduli dengan kegagalannya.

Dukungan Greysia di masa-masa penuh tekanan itulah yang akhirnya meruntuhkan kecanggungan di antara mereka dan mengubah status "lawan" menjadi "kawan dekat".

 

2. Sahabat di Luar, Petarung di Lapangan

Sejak peristiwa tahun 2016 tersebut, keduanya menjadi sangat akrab dan sering membagikan momen kebersamaan di media sosial. Namun, kedekatan personal tidak lantas membuat mereka lembek saat harus berhadapan di net. Keduanya sepakat untuk tetap menjaga profesionalisme sebagai atlet kelas dunia.

Chang Ye-na mengungkapkan bahwa meski sempat merasa canggung di awal, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mengalahkan Greysia jika bertemu dalam turnamen. Greysia pun mengamini hal tersebut dengan menegaskan bahwa persahabatan dan kompetisi adalah dua hal yang berbeda.

Greysia Polii. Chang Ye-na. ig/yena1213
Greysia Polii. Chang Ye-na. ig/yena1213

"Teman sih teman, di lapangan ya di lapangan, beda lagi ceritanya. Saya rasa ini hal yang wajar, harus profesional," tegas Greysia.

Kisah mereka menjadi pengingat bagi dunia olahraga bahwa rivalitas hanyalah bagian dari permainan, sementara kemanusiaan dan persahabatan adalah warisan yang akan tetap ada bahkan setelah raket digantungkan.

(Rivan Nasri Rachman)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement